Senin, 30 Maret 2015

PERJALANAN KITA MASIH PANJANG NAK



"Perjalanan kita masih panjang Nak". Itulah sebaris kalimat yang Mbah baca di foto propil BBM mama mu yang menggerakkan mbah untuk menulis tentangmu. Apalagi ulang tahunmu tinggal menghitung hari. Ya tulisan ini akan mbah hadiahkan untuk cucu mbah yang lucu, pintar, energek.Walaupun mbah tahu engkau belum mengerti dan  bisa membacanya. Namun suatu saat ketika kamu  sudah besar kamu  akan membacanya.Dan di situlah kamu  akan tahu betapa Rahman dan Rahimnya Allah kepadamu dengan menganugerahkan orang orang yang begitu amat dan sangat menyayangimu. Bukan hanya Mama dan Ayahmu saja.

Dede Fariz, saat mbah menulis ini, biasa selalu di waktu pagi. Waktu di mana ide ide mbah amat lancar keluarnya. dan Pagi inipun mbah menulis tentangmu. tentang perjalananmu yang nanti tanggal 23 Maret 2015 tepat  dua tahun. Sambil menulis mbah mengamati foto-foto perjalanamu dan mengajak mbah untuk kilas balik kebelakang  menyusuri  jalan jalan yang pernah cucu lalui mulai dari kelahiran sampai foto yang baru saja mbah saksikan melalui BBM mammu. Ada senyum, ada keharuan dan ada kebanggaan melihat foto-fotomu sementara  tangan mbah Uti  menekan huruf demi huruf di atas keybord untuk merangkai kalimat tentangmu Cucu Mbah.dan cerita ini di mulai dari sini.

" Ma perut Indah Dah mulai mules mules" demikian sms mamamu saat di mana kamu akan dilahirkan. Ingin rasanya mbah Uti dan mbah Kung  ke sana ke mamamu menemaninya yang saat itu tinggal di rumah ayahmu di pondok Labu.Namun karena mamamu juga ditemani ayah, kakek dan nenek serta om om dan tante tante dari ayahmu akhirnya mengurungkan niat. Karena mamamu tidak sendiri, mamamu dikelilingi oarang orang yang menyayangi dan mengharapkan kehadiranmu juga. Ah beruntungnya cucu mbah, kehadirannya begitu dinanti oleh semua orang.

Sementara mamamu berjuang antara hidup dan mati melahirakan kamu dengan ditunggui ayahmu, tengah malam mbah Uti di sini serta mbah Kung hanya bisa berdoa dan berdoa sambil membaca Quran berulang ulang untuk kelancaran kelahiranmu. Waktu rasanya lamaaa sekali  untuk sampai ke subuh. karena mbah uti dan Mbah Kung akan menyambut kelahiranmu dengan hadir kesana setelah subuh.



" Alhamdulillah Ma, Indah sudah melahirkan, dan normal" Demikian ayahmu memberitahu lewat telp. Saat itu  mobil yang dikendarai mbah Kung sudah sampai Tall menuju Pondok Labu. Kamu bisa bayangkan reaksi mbah Uti dan Mbah Kung saat itu. Puji Syukur kepada Allah kami lantunkan berkali kali.dan kamu tahu seluruh keluarga begitu bahagia menyambutmu baik dari keluarga ayah ataupun dari kleuarga mamamu.Hadiah hadiah banyak kamu terima sebagai rasa bahagia mereka menyambutmu. Sebagai rasa syukur kepada sang Kholik, kepada Sang Pencipta, orangtuamu mengadakan akekah dengan memotong dua kambing karena kamu laki laki dengan satu harapan engkau menjadi anak shaleh.



Waktu tidak terasa berjalan, beberapa hari lagi kamu akan berusia dua tahun. kamu kini sudah pintar, sudah bisa memanggil " Ayah", "Mama". Bapak", Aa, Ua". Bahkan kamu sudah bisa beraksi marah dengan kata kata" Bati". Kata-kata yang hanya dimengerti kamu saja. Bahkan kamu sudah bisa menunjukan rasa bangga kamu terhadap ayahmu dengan memperkenalkan kepada mereka tentang ayahmu. kalau melihat motor agak  besar kamu akan berkata" Ayah, ayah " sambil menunjuk motor tersebut. Atau pernah juga kamu masuk kerumah sambil menuntun seorang anak tetangga yang usianya jauh dari kamu dan kamu perlihatkan kepadanya sambil menunjuk ke arah ayahmu dan berkata "Ayah, Ayah". Tentunya maksudmu adalah " itu ayahku!". Dan semua yang mengingatkan hal tentang ayahmu pasti kan kau sebut "ayah, ayzh" sambil kau pegang dan engkau sangat senang memilikinya.Seperti halnya mainan motor yang sering kau mainkan dan kau simpan sesudahnya Kebanggaan lain terhadap ayahmu Semoga kebanggaan mu terhadapnya  akan menjadikan kamu menjadi anak yang penuh cinta kasih terhadap mereka orang tuamu.


Ternyata di usiamu yang mendekati dua tahun bukan hanya sudah muncul kebanggaan kepada ayahmu saja namun kasih kepada mamamu juga sudah mulai terlihat.di sebuah pesta anak dari kakak mbah Kung menikahkah. saat itu kami diberi sekotak kue. dan kotak kue mamamu ada di kursi dekat mbah Uti sementara mamamu duduk agak jauh dari mbah. Dan apa yang kamu perbuat? di usiamu yang belum cukup dua tahun kamu ambil kotak kue yang ada di kursi mbah dan memberikan kepada mamamu, sambil berjalan dan memegang kotak kue itu mulutmu tak henti henti mengucapkan " Mama,mama" tentu maksudnya ini kue untuk mama. dan setelah itu kamu ambil juga air mineral bentuk gelas. juga kamu berikan kepada mamamu. Semua orang bukan hanya mbah Uti geleng geleng, sebuah gelengan merasa takjub akan tingkah polah kamu. "Subhanallah, Masya Allah" terdengar kata -kata itu diucapkan oleh adik mbah Kung, yang kamu panggil dengan sebutan mbah juga
Kamu dengan mama


kamu dengan mainan 
i

Ice cream makanan favorietmu
siap siap mau mainkeluar sama mbah Kung dan Mbah Util
inilah salah satu keseharian dengan mamamu selfi selfians

naik kuda kudaan di lokasi permainan 
om Indramengabadikan kecerianmu
semua orangmenyenangimu juga mereka kakak kakak teman bermain
identifikasi awalmu terhadap ayah
Dede Fariz sayang deh mama kakak aisya

tambah besar,tambah cakepb
Keseharian bersama ayah, identifikasi 
damainyaengkau bersama mimpi mimpi


Sambil mengetik tentangmu, mbah sebentar -bentar melihat foto -fotomu. foto perjalanananmu dari hari kehari yang tidak kami sia siakan untuk mengabadikan kamu. di mana ada moment di situ kami ambil. kami tidak ingin kehilangan moment moment itu. 

bersama Mbah Kung, 


Jalan jalan pagi bersama mbah Kung
Ikut belanja bersama mbah uti
A
Mbah uti denganmu waktu 6 bulan
p
mbah Kung mengajakmu bermain
belajar merangkak


lima bulan


belajar mengenal anghota tubuhmu
5 bulan 
Selamat ulang cucu mbah, .....tambah sholeh dan pintar ya...

2 komentar:

  1. Keren deh, eyangnya menulis tentang cucu :)

    BalasHapus
  2. mba Fita, makasih inilah kebahagian mengisi hari tua

    BalasHapus