Sabtu, 21 November 2015

SILAHTURAHMI YANG TIADA HENTI, AUMNI SPG 3 83

Dokuntasi : WA Grup SPG 3 83

"Dari sekian banyak cerita,  cerita kita tak pernah ada tamat, walau pisah adalah jalannya. Namun kenang tetap jadi riwayatnya". Itulah sebaris kalimat yang menghiasi  di pojok kiri bawah dari sebuah tampilan beberapa foto yang di padu jadi satu. Foto yang diuploud entah oleh Wawan atau Suntoro. Foto foto yang diambil saat beberapa alumni SPG3 83 berkesempatan mengunjungi tempat penulis yang juga merupakan anggota alumni tersebut. Mereka di antaranya Saeful, Saiman, Naiman, Moh Zein, Ibnu Maulana, Suntoro, Raska, Endah, Siti Khodijah dan beberapa dari istri 

Dokuntasi: WA grup SPG 3 83

"Cerita kita tidak pernah tamat". Ya cerita mereka tidak ada habisnya. Minimal saat tulisan ini di tulis. Satu minggu yang lalu tepatnya 14 Nopember  2015  mereka telah membuat cerita dengan kegiatan rame rame menuju puncak dengan mengendarai motor."ayal ayal". Demikian Saeful menyebutnya. 

Dokuntasi :WA Grup SPG 3 83

Dan Seminggu dari saat itu, tepatnya 21 Nopember 2015  cerita itu kembali terurai. Tersaji begitu indah di WA grup SPG 3 83 yang mereka miliki. Dengan tema ysng berbeda namun tetap sarat dengan persahabatan dan silahturahmi."Spontanitas " demikian komentar Saeful yang akrab dipanggil bang Balon saat penulis menuturkan kekaguman dan rasa iri di WA karena tidak bisa ada di sntara mereka melayat ke rumah Ucun. Ucun salah satu alumni SPG3 83 berduka karensa suaminya dipanggil oleh yang maha memiliki Allah Subhanahu Wa taala.

Rasa empati juga ditunjukan lewat dukungan dan doa oleh mereka yang tidak bisa hadir langsung kekediaman Ucun. Hari itu 21 Nopember 2015 WA penuh cerita dan komentar. Cerita dan komentar yang sarat rasa empati lahir dari sebuah persahabatan yang terjalin 32 tahun yang lalu, dan tersambung kembali dengan persahabatan yang penuh bermakna


Dokuntasi : WA Grup SPG 3 83



Cerita itu lebih indah lagi saat mereka meneruskan silahturahminya ke Lala dan Hasan Tubilah. Dua sahabat ini juga lulusan SPG yang ditakdirkan oleh Allah berjodoh. Hasan ada kabar sakit. Dan setelah dari taziah ke Ucun mereka melanjutkan bersilahturahmi menengok Hasan. Sebuah sikap yang begitu indah dan melahirkan sebuah kebanggaan dan kekaguman. Serta doa semoga persahabatan ini terus menyala dan tidak pernah padam. 

Rasa persahabatan tentunya tidak hanya memenuhi mereka yang berkesempatan hadir. Yang tidak hadirpun sepertinya merasakan seolah hadir bersama mereka. Lewat doa dan dukungan. 




Dan cerita apalagi yang akan terurai dari persahabatan mereka. Tentunya waktu yang akan membuktikannya. Yang jelas ada sejumput doa semoga api semsngat persahabatan dan silahturahmi ini tak pudar oleh waktu, tak putus karena kesibukan dan rutinitas walaupun ada anggapan kesibukan dan rutinitas bak gunting yang bisa memutuskan silahturahmi. Minimal ada "kenang yang menjadi riwayatnya"  seperti apa yang tertulis di pojok kanan sebuah foto yang penulis kutif di awal tulisan ini. 










5 komentar:

  1. Semangat menulis, untuk hari esok yang lebih baik

    BalasHapus
  2. Semangat menulis, untuk hari esok yang lebih baik

    BalasHapus
  3. silaturahmi memperpanjang umur , awet muda . . .semangat bunda

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus