Sabtu, 11 Juni 2016

REVIEW BUKU KISAH HEBAT NABI MUHAMMAD SAW

Tulisan ini ikut sertakan dalam lomba blog Review Kisah Nabi Muhammad SAW

  • Judul : Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW
  • Penulis : Astri Damayanti
  • Penerbit : Qibla, Buana Ilmu Populer, Kelompok  Gramadia
  • Tahun Terbit : 2016
  • Tebal Buku : v+ 265 halaman 
  • ISBN : 978-602-394-139-1
Buku dengan judul "Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW", memperlihatkan kepiawaian penulisnya yang sudah tidak asing dalam hal penulisan. Terutama dalam penulisan buku anak. Penulis yang sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga dan praktisi pendidikan serta memiliki  hobby jalan-jalan  dan menulis itu menunjukan,  betapa dunia tulis tentang anak adalah "santapannnya". sehingga gaya bahasa dan kata-katanya begitu sederhana dan singkat sesuia segmen yang menjadi sasarannnya. Anak-anak

. . 

Sebagai penulis, Astri Damayanti yang saya kenal menulis berbagai hal. Mulai dari panduan  bagaimana membuat pernak-pernik,catatan perjalanannya mengenai peninggalan-peninggalan budaya,  penulis buku cerita anak baik berupa cerita Fabel, cerita rakyat, dongeng sampai cerita dari manca negara. Kesemua rekam jejaknya dalam penulisan bisa kita lihat dari blog-blognya. Sehingga  akibat  rekam jejak dan pengalaman dalam penulisannnya,  Astri Damayantipun kerap dipanggil dalam membagi pengalamannnya. Tentu saja sekitar penulisan. 

Buku Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW yang merupakan kumpulan dari 87 kisah ini,  diawali dengan kisah Nabi Muhammad dari sisi sebagai manusia yang memiliki rasa humor.yaitu melalui percakapan Nabi dengan seorang nenek yang bertanya apakah di Surga kelak ada nenenk-nenek. yang dijawab oleh Nabi tidak ada. sehingga nenek itu bersedih. kemudian berubah gembira setelah dijelaskan oleh Nabi bahwa   nanti nenek -nenek yang taat kelak bila disurga akan berubah menjadi muda lagi.

Pada halaman-halaman selanjutnya ada cerita mengenai hal-hal yang berkenaan dengan Aqidah semisal Pedang Datsur, laki-laki terbelenggu, Menteri Yang Cerdik,  Nabi Daniel dan Singa, dan kenudian di beberapa halaman lainnnya ada kisah  dari nabi selain Nabi Muhammad.Seperti, kisah Nabi Yusuf, Nabi Isa dan nabi-nabi lainnnya serta para sahabat Nabi. Oleh karena itu .memang buku ini tidak hanya berkisah tentang Kisah hebat Nabi Muhamamad saja,  namun kisah ajaib lainnnya. Oleh karena itu, Astri memberi juduk bukunya pun "Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW dan Kisah ajaib lainnnya".

Sebenarnya, buku ini berisi kisah-kisah yang sering kita jumpai di kisah 25 nabi. Namun,  dit tangan Astri Damayanti kisah itu menjadi begitu menarik dan menjadikan buku tersebut memiliki "kelas".Betapa tidak saya katakan buku ini "berkelas",  dari sampul bukunya yang berwarna-warni dan penuh dihiasi gambar. di dalamnya juga banyak menyajikan gambar dengan warna-warna menarik. Sehingga pembaca terutama anak-anak di bawa ke pada kekinian tampa melupakan bahwa cerita itu terjadi pada 15 abad yang lalu.


Buku  inipun menjadi bukti bahwa,  Astri Damayanti penulis yang juga sebagai praktisi pendidikan. Itu paham tentang dunia anak. Dunia yang lekat dengan binatang, lekat dengan warna,Dunia anak yang mayoritas masa perkembangan otak kanan. Hal  itu terlihat dari beberapa pemilihan cerita  yang banyak  menggunakan tokoh binatang. Saya hitung ada  sekitar kurang lebih  15 binatatang.yang menjadi pilihan ceritannya.

"Tanamkan Nilai-nilai melalui cerita atau Dongeng". Buku ini bisa menjadi sebuah sarana untuk itu. Anak yang membaca buku ini secara langsung mendapatkan pembelajaran mengenai nilai kejujuran, rendah hati, penyayang, suka memberi, kesabaran, serta nilai-nilai luhur lainnnya selain akidah mereka yang bertambah tentunya.

.Buku inipun ditulis dengan penuh rujukan langsung dari sumbernya. Karena penulis selalu mencantumkan Alquran sebagai sumbernya di setiap akhir tulisannnya. Selain Daftar Pustaka di halaman terakhir. yang tidak sedikit. Hal tersebut mencerminkan bahwa penulis penuh kesungguhan dalam menggarapnya, sehingga buku yang nanti ada di tangan buah hati kita bisa dipertanggung jawabkan akan isinya
.

Jujur saja, sebagai seorang pendidik dan beragama Islam. Saya begitu bangga dengan hadirnya buku ini. Buku yang dapat  menggambarkan Islam itu maju. Islam itu penuh dengan kemajuan tehnologi. Alasan saya mengutarakan hal ini. karena melihat wujud bukunya yang demikian indah,penuh warna dan penuh sentuhan-sentuhan kemajuan Ilmu Pengetahuan Tehnologi. Dalam hal ini tehnologi dalam penerbitan buku.Jadi kalau saya boleh mengulang pendapat saya di atas, buku ini "Berkelas"sehingga layak untuk menjadi salah satu buku yang mengisi perpustakaan. Baik perpustkaan keluarga ataupun perpustakaan sekolah.


"BUKU KISAH HEBAT NABI MUHAMMAD SAW BISA DIBELI DI MATAHARI MALL.COM"







Minggu, 17 April 2016

Alam Ragunan Menjadi Saksi Persahabatan Mereka


Bermula dari pertemuan Rogayah, Uri Pasih dan Napsiah saat olah raga Minggu pagi di Ragunan tercetuslah pertemuan lanjutan. Pertemuan antara sesama alumni SPG 3 83. Ide yang kemudian di share berulang -ulang di WA Grup yang mereka miliki. Gayung bersambut, ide mereka bertiga diamini  oleh Tim 7. Tim yang merupakan penggerak dan promotor  dari setiap kegiatan grup SPG 3 83. 

Maka Tim7 mematangkan rencana dengan mengadakan pertemuan awal dengan sang empunya ide. Napsiah, Rogayah dan Uri Pasih dan ditambah Napis pada tanggal 7 April 2016. Hasil pertemuan awal itu menghasilkan sebuah keputusan, Mengadakan Silahturahmi pada hari Minggu 17 April 2016




Sebuah karunia, pertemuan mereka dalam keadaan cuaca yang bersahabat. Sejak pukul sekitar setengah enam pagi WA grup mereka sudah ramai. Saling menanyakan persiapan
menanyakan sudah berangkat apa belum, menginformasikan posisi keberangkatan, atau pernyataan penyesalan ketidak hadiran dari sebagian anggota semisal Atma karena ada acara arisan keluarga, Husin yang karena ketidak tahuan, Apnil yang ada acara keluarga di Kuningan dan Atjih yang harus menerima kedatangan keluarganya dari Cempaka Putih. Begitu juga dari Sri Purwaningsih serta Elly putriandari dan Neneng Maemun dan terskhir Suntoro yang juga berhalangan Hadir.



Dengan berpakaian olah raga yang mencerminkan sebuah keakraban,  satu persatu mereka mendatangi Kebon Binatang Ragunan. Terlihat wajah-wajah yang penuh ceria. Mereka tidak mengalami hambatan untuk bertemu di tempat yang sudah disepakati. Hanya Mutinah yang mengalami hambatan mencari lokasi pertemuan. Berkali-kali dia bertanya pada Suntoro di WA namun akhirnya bisa ditemukan lokasi di mana mereka berku, pul.


Pertemuan persahabatan antar teman lama itu dihadiri oleh banyak anggota. Komunikasi lewat WA yang cukup efektif itu mampu menyampaikan pesan kepada anggota. Buktinya lebih dari tiga puluh anggota yang hadir. Diantaranya, Sejahtra, Amja, Murjaya, Rahmat, Naiman, Soheh, Napis, Hasan, Dayat, Asmari, Ibnu, Saepul, Samin, Wawan, Joko, Naji, Acep Ilyas, Safrudin, dan Supriadi dari anggota laki-laki.


Sedangkan anggota perempuan yang hadir ada Anun, Dede, Muniroh, Saidah, Aida, Hasunah, Mimin, Eko, Hadiyati, Sri Kideng, Lala Latifah, Mutinah, Uripasih, Rugaiyah, Endah, Napsiah serta Titik.


Dalam pertemuan di Ragunan ini ada yang menarik dari ysng hadir. Momon dan Rahmat. Mereka baru bergabung lagi setelah lama mereka tidak bersama grup dalam artian mereka jarang muncul minimal di grup WA. Hanya untuk Momon karena ada pekerjaan ke Bali, dia lebih dulu meninggalkan acara( sok tahu ya penulis, padahal ga ada di pertemuan he he)




"Alhamdulillah,  aye merasa Fresh pulang dari Bon Bin. Padahal jalan ke dalam lumayan jauh, berati aye dah banyak kemajuan. Biasanya di RS pake kursi roda kalau ke poli. Terima kasih ya Allah berkat doa dari teman-teman juga" itulah kesan Aida yang di unggahnya di WA grup SPG3 83 sesampainya rumah. Kesan yang tentunya bukan hanya dirasakan oleh Aida yang punya kepanjangan nama Nuraida itu, pastinya oleh mereka yang hadir. Walau dengan kesan yang berbeda, namun intinya pasti sama. Mungkin bait lagu ini cukup mewakilinya.  Bait lagu yang penulis pelajari 33 tahun yang lalu di SPG 3. Tempat di mana pertama kalinya bertemu.


"Tak kan dapat kulukiskan
  Tak kan dapat kubayangkan 
   Tak kan dapat kugambarkan
   Hanya dapat ku kenangkan 

Catatan : 
Sumber berita WA grup SPG3 83
Dokumentasi : milik WA grup 
Untuk sahabat yang fotonya saya gunakan maaf tidak bisa menuliskan nama karena sudah ke hapus. Mohon maklum kalau saya menyebutkan nama WA grup SPG3 83


Sabtu, 21 November 2015

SILAHTURAHMI YANG TIADA HENTI, AUMNI SPG 3 83

Dokuntasi : WA Grup SPG 3 83

"Dari sekian banyak cerita,  cerita kita tak pernah ada tamat, walau pisah adalah jalannya. Namun kenang tetap jadi riwayatnya". Itulah sebaris kalimat yang menghiasi  di pojok kiri bawah dari sebuah tampilan beberapa foto yang di padu jadi satu. Foto yang diuploud entah oleh Wawan atau Suntoro. Foto foto yang diambil saat beberapa alumni SPG3 83 berkesempatan mengunjungi tempat penulis yang juga merupakan anggota alumni tersebut. Mereka di antaranya Saeful, Saiman, Naiman, Moh Zein, Ibnu Maulana, Suntoro, Raska, Endah, Siti Khodijah dan beberapa dari istri 

Dokuntasi: WA grup SPG 3 83

"Cerita kita tidak pernah tamat". Ya cerita mereka tidak ada habisnya. Minimal saat tulisan ini di tulis. Satu minggu yang lalu tepatnya 14 Nopember  2015  mereka telah membuat cerita dengan kegiatan rame rame menuju puncak dengan mengendarai motor."ayal ayal". Demikian Saeful menyebutnya. 

Dokuntasi :WA Grup SPG 3 83

Dan Seminggu dari saat itu, tepatnya 21 Nopember 2015  cerita itu kembali terurai. Tersaji begitu indah di WA grup SPG 3 83 yang mereka miliki. Dengan tema ysng berbeda namun tetap sarat dengan persahabatan dan silahturahmi."Spontanitas " demikian komentar Saeful yang akrab dipanggil bang Balon saat penulis menuturkan kekaguman dan rasa iri di WA karena tidak bisa ada di sntara mereka melayat ke rumah Ucun. Ucun salah satu alumni SPG3 83 berduka karensa suaminya dipanggil oleh yang maha memiliki Allah Subhanahu Wa taala.

Rasa empati juga ditunjukan lewat dukungan dan doa oleh mereka yang tidak bisa hadir langsung kekediaman Ucun. Hari itu 21 Nopember 2015 WA penuh cerita dan komentar. Cerita dan komentar yang sarat rasa empati lahir dari sebuah persahabatan yang terjalin 32 tahun yang lalu, dan tersambung kembali dengan persahabatan yang penuh bermakna


Dokuntasi : WA Grup SPG 3 83



Cerita itu lebih indah lagi saat mereka meneruskan silahturahminya ke Lala dan Hasan Tubilah. Dua sahabat ini juga lulusan SPG yang ditakdirkan oleh Allah berjodoh. Hasan ada kabar sakit. Dan setelah dari taziah ke Ucun mereka melanjutkan bersilahturahmi menengok Hasan. Sebuah sikap yang begitu indah dan melahirkan sebuah kebanggaan dan kekaguman. Serta doa semoga persahabatan ini terus menyala dan tidak pernah padam. 

Rasa persahabatan tentunya tidak hanya memenuhi mereka yang berkesempatan hadir. Yang tidak hadirpun sepertinya merasakan seolah hadir bersama mereka. Lewat doa dan dukungan. 




Dan cerita apalagi yang akan terurai dari persahabatan mereka. Tentunya waktu yang akan membuktikannya. Yang jelas ada sejumput doa semoga api semsngat persahabatan dan silahturahmi ini tak pudar oleh waktu, tak putus karena kesibukan dan rutinitas walaupun ada anggapan kesibukan dan rutinitas bak gunting yang bisa memutuskan silahturahmi. Minimal ada "kenang yang menjadi riwayatnya"  seperti apa yang tertulis di pojok kanan sebuah foto yang penulis kutif di awal tulisan ini. 










Kamis, 22 Oktober 2015

TETEP KUMPUL WALAU SEBAGIAN SUDAH PADA PUNYA CUCU




Judul di atas saya comot dari sebuah status facebook yang sore itu saya baca. Sebuah status yang ditulis oleh Hasunah yang akrab dipanggil Encun. Status yang mampu membawa ingatan saya kembali ke 32 tahun. Apalagi di bawah statusnya dia mengupload beberapa foto. Foto dari beberapa  sahabat lainnnya saat bersilahturahmi ke Mutinah. Dalam foto terlihat ada Hadiyathie, Milda, Mimin, Mutinah sang tuan rumah dan Hasunah sendiri tentunya. 

Saya bisa merasakan perasaan Hasunah saat mengupload foto foto itu. Sebuah rasa yang sulit diungkapkan tentang indahnya sebuah persahabatan. Persahabatan yang tak lekang oleh waktu,tak pudar oleh usia, tak pudar oleh status yang kini di sandang "nenek"atau "kakek".Sebab, beberapa hari sebelumnya,  saya juga merasakan hal yang sama saat memenuhi undangan Mutina dalam rangka resepsi pernikahan puterinya. Sebelumnya juga ada resepsi pernikahan dari anak  Atma dan Cahyono. Namun sayang karena ada sesuatu hal saya berhalangan hadir. (untuk b Atma, dan Mas Cahyono maaf ya )

Dokumentasi Mas Joko /Mas Spay saya Lupa
Foto Besama di Pernikahan Puteri nya po Mutinah 


dok milik  Endah
Kami Serasa masih gadis di hajatan Po Mut 

Dok Milik WA Grup SPG 3 83
di mana ada kesempatan, di situ kami berfoto ria 


Dok Milik Bang Iful
Saat menghadiri Hajatan pernikahan di Mas Cahyono 
Persahabatan  kini telah berubah bentuk. Persahabatan yang dulu sebatas hanya jajan bersama, belajar bersama, saling curhat. Kini 32 tahun kemudian di saat telah memasuki usia kepala lima, persahabatan lebih bermakna. Saya dan mereka satu persatu mulai menikahkan, mulai memiliki cucu. Dan persahabatan itu tetap berjalan sesuai kondisinya. Persahabatan kini diwarnai saling datang saat salah satu dari mereka menikahkan puteri puterinya. Di saat itulah kebersamaan dan indahnya  silahturahmi tercipta

Dok Milik Mba Endah
di Hajatan B Atma 

Dok Milik Mba Endah
mengambil kesempatan berfoto di Hajatan B Atma  
Dok Milik Mba Endah
di Hajatan B Atma 


"Tetap kumpul walau dah pada punya cucu.". Juga bukan hanya saat ada moment menikahkan. Saat salah satu dari mereka kebetulan ada acara atau berkunjung ke daerah di mana sahabat bertempat tinggal kami  menyempatkan untuk berilahturahmi. Seperti Naji yang kebetulan workshop di Cipanas dia hubungi saya dan tentunya bisa ditebak, kami bersilahturahmi, saya mengunjungi hotel  dimana dia workshop atau  Listi saat ada keperluan ke kota bunga, dia sempatkan mengunjungi saya, dan pasti ada lainnnya yang saya tidak ketahui. di mana ada kesempatan bertemu disitulah silahturahmi itu tersambung. 

dok ; milik pribadi
akhirnya Po Listi sampai juga di Cipanas
Saya dan suami saat mengunjungi b Naji di sela sela workshopnya
Dok : Milik b Naji 
Indah rasanya persahabatan, Nikmat rasanya bersilahurahmi. Pantas saja Islam benar benar mengutamakan itu. Apalagi bila persahabatan itu tidak di batasi berbagai perbedaan. Tidak melihat berbagai status sosial. Namun murni karena satu rasa, rasa bahwa kita satu keluarga. KELUARGA BESAR ALUMNI SPG 3 83. Semoga saja persahabatan dan kekeluargaan yang telah terbina tidak putus karena hal lain yang tidak lebih utama dari terbinanya silahturahmi. SEMOGA 


Jumat, 16 Oktober 2015

MENCOBA MENYUSUN DAN MENERAPKAN SOAL SOAL HOTS

PROSES KOLONIALISME BARAT DI INDONESIA

1.      VOC merupakan sebuah perkumpulan pedagang pedagang Belanda, namun dalam  bertindak seperti layaknya satu negara. Coba kalian analisa mengapa hal tersebut bisa  terjadi.

2.      Coba kalian baca buku paket halaman 64-66 mengenai masa pemerintahan Herman Wilem Daendels. menurut kalian apakah benar Daendels itu kejam dan keras ? bila benar coba kalian uraikan kebijakan mana yang menunjukan  kekejaman Daendels tersebut ?

3.      Culture Stesel atau Tanam Paksa pada mulanya memiliki ketentuan yang bagus dan baik. Namun pada pelaksaannnya pada umumnya menyimpang jauh dan merugikan rakyat. Coba kalian analisa di mana penyimpangannnya  dengan mengisi tabel di bawah ini dan kemudian menurut pendapat kalian mengapa bisa terjadi penyelewengan ?
Aturan Tanam Paksa dan Penyelewengannnya
No
Aturan Semula
Penyelewengannya
1


2


3


4


5

``
6


7



4.      Dalam Aturan Tanam Paksa ada dua jenis tanaman yang menjadi sangat penting yaitu tebu dan nila.

5.      Mengapa kedua tanaman tanaman ini yang sangat penting ? coba kalian uraikan penyebabnya.


6.      Coba kalian kaji masa kolonialisme Barat dari masa VOC, Daendels, Rafles, dan Tanam Paksa. Dari keempat masa itu mana yang lebih tidak membuat rakyat Indonesia Menderita? Coba kalian buktikan jawaban kalian dengan menguraikan fakta fakta kebijakannnya. 

Minggu, 13 September 2015

UNTUK KE DUA KALINYA MEREKA BERTEMU



dok:mas Spay

Akhirnya untuk ke dua kalinya mereka bertemu. Pertemuan yang di awali di Ciloto itu akhirnya terulang kembali, Minggu 23 Agustus 2015. Bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur. Entah alasan apa yang melatar belakangi pemilihan tempat itu. Yang jelas dari mereka yang menjadi pemrasaran acara itu, dulunya sekitar tahun 1983 lekat dengan pramuka.Sebenarnya tak menjadi soal, benar tidaknya alasan itu, yang jelas ide untuk menggelar acara tersebut patut diacungi jempol. Terutama untuk Tim 7. Tim yang beranggotakan Samin, Suparni, Saeful, Joy, Wawan, Hasanudin, dan Naji. Mereka begitu gigih dan kompak untuk selalu berusaha mempersatukan dan terjalinnya silahturahmi di antara alumni SPG 3 angkatan 83. 

dok Mas Spay


Pertemuan yang berlatar belakang halal bihalal itu juga dihadiri oleh guru meteka. Pak Sukria. Ada juga wajah wajah baru yang hadir. Wajah yang saat pertemuan di Ciloto tidak tampak. Seperti Nafis, Dede, Muniroh, Sejahtera, wuryaningsih, Saidah, Elly Putri, Siti katijah, Safrudin, Momon, Ervan, Ratih, Suntoro, Suwandi, Murni, Saripudin, Misri dan lainnya.

Sedangkan wajah wajah lama yang hadir seperti Tim 7 tentunya, Joko, Supriyanto, Asmari, Zein, Husin, Atma, Mutinah, Atjih, Uri Pasih, Rogayah, Soheh.dan Endah yang datang saat acara selesain sehingga bagi mereka yang sudah meninggalkan tempat acara tidak bisa bertemu dengannya.

dok:mas Spay

Acara dibuka dengan pembacaan kalam Ilahi oleh Safrudin dan saritilawah oleh Atjih. Dilanjut dengan sepatah kata dari panitia yang di wakili oleh Wawan. Sedangkan dari pihak alumni oleh Rogayah. Pak Sukria menambah suasana jadi sedikit meriah. Kata katanya yang kadang diselipi nyanyian membuat alumni yang hadir tertawa. Dan penuh keakraban.

Dok : po Mutinah

Nyanyian demi nyanyian terlantur dari alumni yang hadir. Dengan iringan Saeful melalui keyboardnya Murni, Ratih, Misri Ali, Atjih, melantunkan lagu.. ada lagu pertemuan, kasih, bunga mawar, dan dandut tentunya. 

Dok : mas Spay

Ada yang menarik dari acara tetsebut. Sekelompok wanita yang terlihst begitu kompak. Mereka istri istri dari tim 7.  Mereka selalu hadir dan sepertinya satu visi yang sama. Mendukung kegiatan suami dan menjalin keakraban diantara mereka. Yang tentunya juga menjalin silahturahmi dengan teman teman suaminya, Sebenarnya keakraban mereka sudah tetlihat saat pertemuan di Ciloto. Mereka satu persatu diperkenalkan oleh suami mereka masing masing. Dan di Cibubur kembali mereka hadir walau tidak semua hadir. Rasanya tidak berlebihan kalau acara halal bilhalal bisa sukses ada peran mereka di dalamnya.

Namun ada satu hal yang menjadikan acara ini terasa kurang.Ketidak hadiran wajah wajah lama yang dulu sewaktu di Ciloto hadir.Hadiyatie, Eko, Sunah, Mimin, Endang, Tati, Amin, Neneng, Ibnu, Raska, Zakaria dan Sri Pur Sulisti. Ketidak hadiran mereka tentunya punya alasan yang perlu dimengerti dan di hargai tentunya. Walaupun jujur saja dengan ketidak hadiran mereka sedikit banyak mempengaruhi rasa diantara yang hadir. Terutama kerinduan untuk bisa bersilahturami lagi.

Yang perlu diketshui juga ketidak hadiran Nuraida yang  sedang berjuang melawan penyakitnya tak luput dari perhatian ysng hadir. Doa untuk kesembuhannya terlantur dalam acara tersebut. Keakraban dengan Nuraida ysng biasa juga dipanggil Ida telah terjalin kembali melalui WA. Dan beberapa diantaranya menjenguk Ida setelah acara selesai.



Dok: bang Iful

"Masa lalu biarlah masa lalu". Sebaris penggalan lagu itu rasanya tidak berlaku untuk mereka. Mereka Alumni 83 SPG 3, dengan menggelar  acara halal  bilhslal tetsebut  tentunya ingin menegaskan bahwa masa lalu itu jangan dibiarkan. Masa lalu ingin kembali terulamg,  persahabatan yang tentunya kini berubah makna, persahabatan yang penuh persaudaraan. Persahabatan yang penuh kekeluargaan. Kalau dulu persahabatan dalam artian belajar bersama, saling curhat, jajan bareng, kumpul kumpul saling bercerita, menjalani kegiatan sekolah bersama. Kini berharap persahabatan itu menjadi sebuah kesadaran bahwa mereka adalah bersaudara. Mereka adalah sebuah keluarga. Di mana satu sakit semua merasakannya, satu gembira semua merasa bahagia. Semoga impian ini terwujud. Insya Allah.

dok: b Iful


dok: bang Iful
Catatan:
Ucapan terima kasih dan mohon maaf penulis untuk Mas Spay, po Mutinah dan Bang Iful yang hasil jepretannya penulis paksi. 

Sabtu, 12 September 2015

Saya, Pak Anis Baswedan dan Reza Sebuah Pengalaman Yang Menginspirasi



Sebuah undangan warna putih bertuliskan "Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional Nasional 2015" saya terima satu hari sebelum acara penutupan itu digelar. Sebuah ajakan  untuk mengapresiasikan hasil karya anak bangsa khususnya pelajar, sayang kalau tidak dipenuhi dan tidak dihadiri.

Bersama dengan beberapa rekan guru, saya berangkat menuju Istana Kepresidenan Cipanas di mana acara itu di gelar. Kurang dari lima menit saya telah tiba. Beberapa tenda berhias dominan warna merah putih menyambut kami. Acara ini digelar memang dalam rangka memperingati 70 tahun Indonesia merdeka, dan tenda tenda yang ada, tempat di mana masing masing lomba cipta seni berlangsung.


Tenda tenda itu telah sepi, hanya beberapa tenda yang masih ada kegiatannya. Diantaranya tenda yang diisi sekelompok pelajar yang sedang memainkan alat musik sederhana. Beberapa tong besar dipadu dengan alat musik mengeluarkan irama yang begitu indah. Mengajak saya untuk menikmatinya sesaat dan duduk diantara pembina dan pelajar yang turut berlomba.


Sebuah tenda menarik perhatian saat saya menuju gedung utama acara penutupan akan digelar. Tenda yang penuh lukisan -lukisan. Sementara dua pelajar sedang asyik melukis. Satu diantaranya duduk di bawah dengan tampa kedua tangan. Jari -jari kakinya yang ternyata dari kakinya yang berukuran kecil dengan kuatnya mencengkeram kuas yang penuh dengan cat dan dengan lembut menyapukannya pada kanvas.Sebuah pemandangan yang memunculkan sebuah zikir, Allah Maha Besar, Maha Rahman dan Rahim NYA dibalik kekurangan hambaNYA DIA pun menyertakan KEKUATAN dan KELEBIHAN. Masya Allah.




Saya yang  tidak menahu tenrang seluk beluk lukisan, satu persatu menikmati hasil lukisannya. Dari lukisannya saya baca namanya Reza Dela. Seorang pelajar berkebutuhan khusus dari Sukanagara. Sebuah kecamatan di Cianjur Selatan.


Reza tidak sendiri.Dia ditemani dengan temannya yang juga berkebutuhan khusus. Kalau reza tidak memiliki kedua tangan dan sepasana kakinya kecil, lain lagi kondisi temannya yang badannya terlihat besar  Tuna Rungu. Tapi mereka sama sama menghasilkan sebuah lukisan yang hebat. Syahrul demikian namanya sekolah di SLB Cipanas dengan asyiknya menyapukan cat ke kanvas

"Justru saya yang harus berterima kasih kepada ibu, dua generasi telah menjadi guru" ujar Pak Anis Baswedan, saat saya mengucapkan terima kasih kepada beliau.Dua generasi yang dimaksud karena saat berbincang singkat dengan beliau saya ditemani piteri saya yang berprofesi juga guru.Ucapannya penuh kelembutan dan humanis. 


Saya bersyukur, telah berkesempatan berbincang dengan beliau walau singkat dan berfoto bersamanya. Saya yakin guru mana yang tidak senang dan bangga dapat berbincang dan berfoto bersama beliau. Kesempatan ini tidak saya sia  siakan saat saya melihat  rombongan pak Anis yang berjalan ke arah di mana saya berada. Saya menjadi kuat untuk ingin betbincang dengannya, ketika melihat keramahan beliau menanggapi semua pertanyaan sambil menyalami peserta lomba dan guru pembina yang ingin bersalaman dengan beliau. Alhamdulillah usaha saya untuk itu berhasil. Dan bagiam perbincangan dengan beliau saya tulis di atas. 

Sebuah pengalaman yang berharga sekaligus menguatkan saya kembali bahwa menjadi guru adalah panggilan hidup. Pantas saja panitia dalam undangannya sebagian ada dari guru. Karena memang acara ini begitu mengiinspirasi, termasuk saya yang juga seorang guru.