Selasa, 24 Maret 2015

Reformasi Pendidikan di Tiongkok, Bagaimana Indonesia?

Mentri Pendidikan Nasional Anies. R Baswedan dalam paparannya berjudul GAWAT DARURAT PENDIDIKAN DI INDONESIA yang paparkan saat silahturahmi dengan dinas  tertanggal 1 Desember 2014 mengenai perjalanan pendidikan Indonedia ada dalam tahap gawat darurat. Diantara paparannya menyinggung juga mengenai reformasi pendidikan yang dilakukan di beberapa negara, satu diantaranya yaitu Negara Tiongkok.

Ada dua hal yang dicanangkan Negara Tiongkok dalam reformasi pendidikannya yaitu pertama  evaluasi hijau  yang meliputi evaluasi perkembangan moral, evaluasi perkembangan Akademik, KesehatannJiwa dan Raga, Perkembangan minat dan bakat yang unik, dan Pengurangan Beban Akademik

Yang kedua 10 Aturan  mengurangi Beban Akademik, kesepuluh aturan tersebut adalah
1. Dalam penerimaan siswa yang transparan,
2. Pengelompokan guru dan siswa secara acak dan seimbang
     tampa kelas -kelas khusus,
3. Pengajaran "titik awal nol",dengan asumsi kecakapan siswa mulai nol dan tidak ada ekspetasibakademik tinggi.
4.  tidak ada pekerjaan rumah secara tertulis,
5.  evaluasi hasilnya dalam bentuk katagori dalam arti ....tidak berbentuk angka, namun Cukup  sampai Luar biasa
6. Meminimalkan materi tambahan, hanya buku satu material selain buku utama
7. Tidak ada kelas-kelas tambahan
8. Kegiatan olah raga minimal 1 jam
9.
10 Memperkuat dukungan pada sekolah

Ada yang menarik mencermati butir butir reformasi pendidikan di Tiongkok tersebut terutama pada butir tidak memberikan pekerjaan rumah berbentuk tulisan, member nilai bukan berbentuk angka, serta tidak membebani siswa dengan materi yang begitu banyak. Saat hal tersebut kenyataannya di Indonesia. Kita tahu  yang terjadi di dunia pendidikan kita, memberikan PR seperti sebuah keharusan mulai dari tingkat SD sampai SMA. Yang lebih parahnya ada sebagian sekolah TK yang sudah memberikannPR, padahal kita tahu TK yang awalnya di kembangkan oleh Maria Montesory menitik beratkan pada bermain sambil belajar.

Khusus untuk hasil penilaian berbentuk katagori yang diberlakukan di Tiongkok, di Indonesia masih menggunakan angka. Malah sebagian dari orang tua pada saat menerima raport yang mereka tanyakan pertama tama " bagaimana jumlahnya?, rangking ke berapa?.

Mencermati dan sekaligus membandingkan pendidikan kita dengan Tiongkok terutama dalam hal ketiga d atas saya juga belum tahu secara pasti mana yang lebih baik. Namun nyatanya memang sementara Tiongkok mengurangi beban akademik sementara kita banyak membebani akademik pada siswa. Walaupun kita tahu semua ada tujuannya. Hanya mungkin kita sebagai guru dalam memberikan PR atau tugas rumah ada tidak mamfaatnya?, dan ada baiknya kalau kita bekerjasama dengan guru mapel lainnya dalam pemberian tugas dalam artian satu tugas untuk memenuhi tugas beberapa mata pelajaran. Sehinnga siswa nemiliki waktu banyak untuk









Senin, 23 Maret 2015

Mereka Ternyata Bisa


  Tony Wagner (2008) dalam bukunya the global Achievement Gap menulis yang intinya  " Peserta didik  membutuhkan tujuh keterampilan untuk menyiapkan diri dalam kehidupan bekerja, brrmasyarakat. Keterampilan tersebut berpikir kritis, dan kemampuan memecahkan masalah, kolaborasi dan kepemimpinan, kelincahan dalam pergaulan, kemampuan beradaptasi inisiatip dan kewirausahaan, komunikasi efektif dan komunikasi melalui tulisan, kemampuan mengaksesdan menganalisa informasi serta kemampuan rasa yang ...dan imajinasi

Berkaitan dengan ketujuh kerampilan yang harus dimiliki dalam menghadapi abad ke 21,  maka muncul sebuah pertanyaan Mana yang sangat berperan dalam mempengaruhi itu semua? gurukah?,kurikulum? ataukahkah gedung sekolah itu sendiri? Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada baiknya kita cermati apa yang diungkapkan oleh mentri Pendidikan Nasional Anis Baswedan tertanggal 27 Oktober 2014. Beliau mengatakan yang kurang lebihnya sebagai berikut
"Sebagus apapun kurikulum dan gedung sekolah, tidak akan baik tampa adanya guru yang baik pula".

Hal senada juga diungkapkan oleh mantan mentri Fuad Hasan.
" Sebaik apapun Kurikulum dan sistim pendidikan yang ada tampa didukung mutu  guru yang nemenuhi syarat, maka semuanya sia-sia, sebaliknya dengan guru yang bermut u, maka kurikulum dan sistim yang tidak baik akan tertopang".




Sejalan dengan hal tersebut di atas, saya memiliki Pengalaman yang memnunjukan betapa besar peran guru, yang mudah-mudahan dengan tulisan ini menjadi ajang untuk berbagi.

Saat awal awal tahun ajaran baru, ada satu kelas yang menjadi pusat berita guru. Yaitu sebagian siswanya bermasalah .sehingga kami sudah membayangkan akan banyak kesulitan. Pasti saya tak akan betah dengan kondisi demikisn ,Namun rasa rasanya kurang adil kalau kita memvonis sebelum mengenal lebih jauh mereka, maka muncul keinginan saya untuk mensklukan mereka, untuk mrmbentuk kerampilan ketrampilan yang diperlukan mereks pada  abad 21 melalui penerapan model model pembelajaran agar mereka mampu menjalin kolaborasi, betpikir kritis dan sebagsinya.  dan untuk keberhasilannya saya pikir saya juga harus menguasai HATINYA. Hati Mereka, caranya?

1. Saat masuk kelas tersebut  saya tanamkan pada diri bahwa MEREKA BAIK, MEREKA CERDAS (terilhami dari buku Quantum Teaching,)

2. Saat mengajar sesekali memanggil nama mereks contoh"betul tidak Jang(jang samaran.

3. Setiap mereka berpendapat, saya perintshkan siswa  bertepuktangan

4. Hargai pendspat mereka walaupun kadang kita kurang setuju

5. Selalu berin penguatan berulang ulang bahwa mereka BISA
.
6. Dan ini yang utama mengajar dengan Hati. Karena mereka memiliki hati pasti bisa merasaksnnya kalau kita cinta pada mereka.

Dengan trik di atas insya Allah  mereka selalu antusias  melaksanakan tugas tugas, baik tugas msndiri ataupun kelompok. Memecahkan masalah bersama, dan sebagainya, dalam rangka membentuk keterampilan abad 21.









Sabtu, 21 Maret 2015

Merubah Kekurangan Menjadi Sebuah Kelebihan

sumber fotoliputan siang RCTI

Jum'at siang itu RCTI melalui liputan siangnya menayangkan seorang siswa yang mampu mengungguli rekan rekannya. Badar demikian nama anak itu, yang berhasil selalu mendapat rengkin di kelasnya "BADAR MENGUNGGULI TEMAN-TEMAN SEBAYANYA". Demikian judul beritanya. Rasa-rasanya bukan sesuatu yang aneh bila dalam sebuah kelas ada siswa yang unggul dalam prestasi belajarnya. Namun menjadi sebuah hal yang luar biasa karena itu diraih oleh siswa dengan tampa sepasang  tangannya.

Dalam tayangan betita tersebut diperlihatkan bagaimana kakinya menjadi pengganti fungsi tangan sekaligus fungsi kaki tentunya. Bagaimana kakinya membuka lembar demi lembar buku yang dia baca, mencengkeram pulpen untuk menuliskan kata demi kata pada bukunya, atau sekali waktu memasukan makanan kedalam mulutnya. Dan itu dilakukan dengan  begitu luwesnya. Sebuah pemandangan yang akhirnya memunculkan sebuah kalimat ALLAH MAHA BESAR.

sumber foto liputan siang RCTI

Inilah yang menjadi luar biasa, Badar mampu dengan gemilang merubah kelemahan dirinya menjadi sebuah kelebihan yang orang lain  tidak memilikinya. Dan untuk itu semua tentunya ada pihak pihak di sekelilingnya yang turut andil besar dalam mewujudkan itu semua. Mereka itu diantaranya
1. Keluarga(orang tua)
     Tidak mudah bagi orang tua untuk membentuk anak menjadi berprestasi,apalagi dengan kondisi anak yang memiliki kekurangan.pertama tama tentunya harus dengan penuh kesabaran bagaimana menanamkan pada si anak untuk iklas menerima keadaannya, sehingga dengan keiklasannya terse ut anak tidak menjadi minder. Kekurangan pada dirinya dianggap halbyang wajar sehingga ourapositip tersebut menular kepada orang di sekitarnya untuk menerima biasa saja, tidak ada yang berbeda, dan karena kepercayaan diri serta persepsi atas diri yang positip maka dengan baik dia bisa belajar dengan baik pula. Dan Allah maha Pemurah, semua ada pasangannya, begitu juga dengan kekurangan. Dimana ada kekurangan di situ ada kelebihan

2. Sekolah
     Sekolah di mana Badar belajar patut diacungijempol. Pasalnya sekolah tersebut sudah mampu melaksanakan Permendiknas no 70 tahun 2009 tentang pendidikan inklusif. yaitu sebuah sistim penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semuapeserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama dengan peserta didik lainnya. Dan itu telah terlaksana dengan menciptakan suasana yang kondusif dengan bukti nyata keberhasilan Badar yang selalu meraih prestasi

3. Dan lebih istimewa lagi adalah guru kelasnya. Dia sudah benarn benar mengimplementasikan prinsip prinsip pembelajaran yang disesuaikan dengan karaktetistik belajar siswa.Jujur saja dalam keadaan kelas normal prinsip pembelajaran ini tidak begitu terlihat. Namun dalam hal Badar nampak jelas sekali, bagaimana sang guru mendisain tempat belajarnya agar sesuai dengan kondisi fisik Badar. Ini terlihat pada penayangan berita tersebut di RCTI

4. Teman bermain dan Lingkungan yang menerima kekurangan merupakan hal yang biasa dan wajar sehingga dengan anggapan tersebut mereka menerima kehadiran sosok Badar dengan welcome sekali. 

5. Terakhir tentunya semua itu atas kehendak dan keadilannya Allah. Di mana ada kekurangan Allah menyertakan kelebihan Dan mengenai ini munif Chatib pernah menitip pesannya dalam bukunya "SEKOLAHNYA MANUSIA" bahwa sebagai guru kita hendaknya mencari terus potensi siswa karena siswa memiliki multiple intelegensi.

Dan terakhir rasanya kita  juga patut memberikan ucapan terima kasih kepada RCTI dengan tayangan tentang Badar. Karena setidaknya mengingatkan guru untuk kembali merenungi apakah kita sudah mengajar dengan hati?.atau sebaliknya?. Semoga akan lahir badar badar lain yang memiliki jiwa keiklasan bahw kekurangan bukan menjadi hal yang harus disesali dan diratapi namun menjadi sebuah energi untuk bangkit dan meraih sukses sehingga akan mampu berkata"hidupku tidak  sia sia"

(Tulisan ini lahir karena kekaguman saya pada Badar, juga orang orang di sekitarnya, dan sekaligus wahana saya untuk selalu belajar akan keiklasan) 








Selasa, 13 Januari 2015

MUNGKINKAH MEREKA KELAK JADI PEMIMPIN BESAR?



"Mungkinkah kelak mereka menjadi Pemimpin Besar ?". Itulah
sebaris pertanyaan yang terlintas dalam benak saya, saat mengikuti acara serah terima jabatan OSIS 54 kepada OSIS 55 SMPN 1 Cipanas, Senin 12 Januari 2015
 Pengurus OSIS lama (54)

barisan siswa yang juga menyaksikan sertijab OSIS Lama ke pengurus OSIS baru



Pertanyaan itu terlintas bersamaan rasa bangga, rasa haru yang muncul saat tahap demi tahap proses itu berlangsung yang dipimpin oleh Kepala Sekolah. Tono Hartono, S.Pd M.Pd.







Saat mereka dengan khikmat mencium bendera merah putih, saat meteka dikalungkan oleh para guru kalung sebagai simbol tugas mereka ysng akan dihadapi, dan saat mereka mendapatkan ucapan selamat dari guru guru mereka sementara sayup sayup lagu PADAMU NEGERI mengiringi langkah langkah mereka yang memberikan sebuah harapan akan lahir generasi generasi emas di masa datang






Sekali lagi mungkinkah kelak mereka menjadi pemimpin besar? Melihat mereka berasal dari  desa desa di kabupaten Cianjur. Jawabannya, mengapa tidak. Sejarah sudah mencatat banyak pemimpin pemimpin di negeri ini ysng lahir bukan dari darah biru, bukan dari kalangan ningrat, sebut saja Soeharto,mantan presiden RI beliau anak petani.

Walaupun mereka mungkin tidak sama dengan Soeharto, minimal mereka akan menjadi pemimpin di lingkungan di mana mereka tinggal, SEMOGA Aamiin


Minggu, 30 November 2014

PERJALANAN PENUH INSPIRATIF




Akhirnya datang juga kesempatan itu. Jalan -jalan ke negara
lain. Gratis lagi. Seperti mimpi, namun nyata. Aku benar benar bisa menikmati betapa mahalnya sekotak nasi uduk dengan ayam goreng sebagai temannya. Bayangkan saja dengan uang yang sama kita bisa dapat 3 bungkus.makanan tersebut bila di
Indonesia.

Atau bisa menikmati, indahnya persaudaraan antar muslim.yang mana rasa itu sulit di dapat di tempat yang mayotitas muslim. Karena melihat dan bertemu sesama muslim itu biasa, tapi di Singapura, di negara yang mayoritas etnis Cina dan beragama khong hoe tju, bertemu dengan sesama muslim rasanya indah sekali, nikmat terasa. Hal itu terasa saat saya sholat di mesjid Sultan. Saya berbincang akrab dengan muslimah yang berasal dari Belanda. Atau saat saya wudhu mereka begitu bersahabat. Indah rasanya persaudaraan saya rasakan












Selain itu bisa merasakan betapa berharganya sebotol air. Karena setiap ke toilet, saya tidak pernah bertemu dengan gayung, ember.yang ada kloset duduk ,selang dan tisu. Kampungan ya saya.tapi jujur saya seperti kurang apdol kalau tidak dengan gayung.


hal ini juga saya rasakan saat ke hotel, hanya disediakan sebotol air ukurann 650 ml.beda kalau menginap di hotel hotel Indonesia di mana saya pernah menginap satu galon di atas dispenser pasti di sediakan.saya jadi berpikir mendapatkan pengalaman tersebut.betapa berharganya air, dan betapa mudahnya air di Indonesia.Namun muncul pikiran lain saya, betapa mereka begitu memenege pemakaian air, sedangkan kita betapa borosnya, ah muncul sebuah kesadaran mengapa kita tidak meniru mereka dalam penggunaan air, minimal kita mulai berhemat, tidak seenaknya menghambur hamburkan air.

Pengalaman lainnya, saya bisa melihat dengan nyata betapa patuhnya mereka dengan aturan pemetintah. Dilarang buang sampah sembarangan,dilarang merokok mereka begitu patuh.dan kita juga menjadi patuh untuk itu. Muncul sebuah keirian dan kecemburuan mengapa kita bisa patuh di negara lain? Sedangkan di negara sendiri aturan di buat untuk dilanggar.ah kasiannya negaraku.


Ternyata banyak hal yang bisa kita pelajari dari mereka, namun ada juga  yang harus kita tidak ikuti karena tidak sesusi dengan budaya dan agama.cara berpakaian misalnya.Mata ini risi rasanya melihat cara berpakaiannya.Celana pendek dan kaus sudah hal yang biasa.dan kita mau tidak msu harus maklum, karena merekapun pasti melihat kita aneh dengan cara berpakain kita. Dan disinilah kita belajar toleran.

Akhirnya perjalanan saya memberikan pelajaran kepada saya, di manapun berada ternyata Tanah Air Indonesia paling  ku cinta seperti lagu yang amat saya suka

"TANAH AIR, KUTIDAK KULUPAKAN
KAN TERKENANG SELAMA HIDUPKU, BIARPUN SAYA PERGI JAUH, TIDAK KAN HILANG DARI KALBU, TANAHKU YANG KUCINTAI,ENGKAU KUHARGAI.

WALAUPUN BANYAK NEGERI KUJALANI, YANG MAKMUR PERMAI DIKATA ORANG, TETAPI KAMPUNG DAN RUMAHKU, DI SANALAHKU RASA TENANG, TANAH KU TAK KU
LUPAKAN, ENGKAU KUBANGGAKAN"

TULISAN INI  DIIKUT SRTAKAN UNTUK LOMBA BLOG YANG DISELENGGARAKAN OLEH PENDIDIK  INSPIRATIF









Senin, 24 November 2014

Mereka Lagi Lagi Buat Kami Meneteskan Air Mata


"Sekali lagi mereka membuat kami bangga, dan tak msmpu menyimpan keharuan  yang akhirnya tangan ini mengusap dengan perlahan air mata yang menetes perlahan-lahan di wajah kami".


Senin 24 Nopember 2014 ada yang tidak biasa dengan upacara kali ini. Dalam rangka memperingati hari gutu yang jatuh tanggal 25 Nopember  semua personl upacara seluruhnya dilaksanakan oleh guru. Ide dan prakarsanya ?. Siapa lagi kalau bukan ALUMNI ALUMNI SMPN 1 Cipanas dan Osis tentunya  yang mendarma baktikan tenaganya untuk kemajuan Sekolahnya. 

Mereka Pak dede petugas, kang jenal, kang Deri, kang Uji demikian siswa memanggil mereka.dan Osis 54, merancang demikian rapi acara persembahan untuk guru ysng mereka selipkan dalam rangkaian upacara  pengibaran bendera Senin 24 Nopember 2014

" Bu yang  nomor ini jangan disebutkan dulu ya biar suprase "

.Kata kang Jenal sesaat acara belum dimulai,  sambil tangannya menunjuk ke nomor yang dimsksud. Aku menganggukan kepala.tanda mengerti, Dalam upacara ini  aku bertugas MC. Namun jujur walaupun aku pembawa acara  sama sekali aku   tidak mengetahui bagaimana bentuk acara yang di tunjukan olehnya.
  .
dokumentasi : Dede Chobet


dokumentasi Dede Chobet

Dokumentasi Dede Chobet




Akhirnya, setelah  amanat pembina upacara selesai, dan aku selesai menyebutkan point acara   "PERSEMBAHAN DARI SISWA SISWA SMPN 1 CIPANAS KEPADA DEWAN GURU" Aku dan sejumlah guru serta siswa di buat kaget. Sejumlah  siswa dari arah barisan peserta upacara  masuk ketengah lapangan  sambil membawa spanduk. Spanduk bertuliskan " Kami siswa siswi SMPN 1 Cipanas, mengucapkan selamat Hari guru" . Di bawah tulisan tersebut tertulis lagi kata kata yang dikutip  dari ucapan Kihajar Dewantara" GURU ADALAH SEORANG PAHLAWAN,,TANDA- TANDA KEPAHLAWANANNYA TERCETAK PADA KEBERHASILAN ORANG-ORANG BESAR YANG ANDA KENAL"
.

Dokumentasi  Dede Chobet

.

 Aku reflek ketengah lapangan, kata -kata yang tertulis tersebut aku bacakan. Aku harus mengapresiasikan mereka. kuperintahkan peserta upacara untuk bertepuk tangan dan setelah itu dua orang siswa dari barisan peserta upacara memasuki ketengah lapangan, seorang diantaranya membacakan untaian kata untuk kami. Rasa bangga dan haru menyelusup relung hati, aku yakin rekan guru lainnnyapun demikian. Sekali lagi mereka membuat kami bangga, dan tak mampu menyimpan keharuan  yang akhirnya tangan ini mengusap dengan perlahan air mata yang menetes perlahan-lahan. 


Dokumentasi : Dede Chobet

Dokumentasi : Dede Chobet



Selesai Akmal salah satu siswa tersebut, selesai membacakan  untaikan kata. Mereka bergegas  mendekati pembina upacara, Mereka menyerahkan sekuntum mawar merah kepada pak Tono Hartono. Aku perintahkan  kembali peserta upacara memberikan aplaus kepada mereka. tepuk tangan membahana, sementara sinar matahari mulai memanasi badan, namun kali ini tak kami rasakan, hati kami penuh dengan rasa bangga dan haru bercampur satu.

Suasana makin mengharu biru saat kelompok paduan suara guru menyanyikan lagu Syukur. Lagu yang pastinya sudah direncanakan mereka sesuai dengan acaranya. yang ditutup kemudian doa oleh pak Ayi rekan guru agama. 

Selesai doa, kang jenal kang  mendekatiku, 

" Bu akhir upacara,kepala sekolah,  dewan guru . serta stap TU mohon untuk dipersilahkan ke podium." Ujar kang Jenal  berbisiki ditelingaku.rasa penasaran kembali muncul, ada apalagi ini.pikirku. kupersilhkan guru guru dan stap TU untuk naik kepodium selesai upacara seperti yang diminta Kang Jenal

.
Dokumnetasi : Dede Chobet





Akhirnya penasaranku terjawab, dengan bermunculannnya sejumlah siswa yang tergabung OSIS 54 mendekati dan naik keatas podium di mana kami berada. Di tangan mereka sekuntum mawar merah. Satu persatu mereka memberikan kepada guru-guru dan stap TU sememtara itu sebuah lagu bergema di lantumkan dengan lembut oleh Maydica. ketua OSIS, suanana makin mengharu biru, tepuk tangan tampa di minta menggema dari arah barisan peserta upacara. . Kang Jenal mengambll posisiku membawakan acara.suara Meydica terus menghanyutkan acara. Tuhan,  guru mana yang tidaK akan haru dan bangga mendapatkan ini?. SEDERHANA NAMUN MAMPU MENYENTUH KALBU KAMI. 

MEREKA SEKALI LAGI MEMBUAT KAMI BANGGA DAN HARU, kami tidak menyesal seperti kebiasaan kalau ada acara kami merasa sayang dan takut ketinggalan pelajaran mereka. dengan waktu yang terpakai oleh acara ini. Bukan karena acaranya untuk guru, namun lebih dari itu, ini lebih penting dari semuanya. ini perwujudan pembentukan KARAKTER bagaimana mereka merasa bangga terhadap sekolahnya, terhadap guru-gurunya serta bagaimana mereka harus bersikap sebagai seorang siswa. dalam hal MENGHARGAI. dan itu sebagian karakter yang akan membuat mereka menjadi ORANG -ORANG BESAR YANG MEMBUMI DAN RENDAH HATI. KARENA MEREKA MENYADARI KEBERHASILAN MEREKA  ADA PERAN ORANG LAIN DI DALAMNYA.

TULISAN INI DIIKUTSERTAKAN DALAM LOMBA MENULIS UNTUK GURU YANG DILAKSANAKAN OLEH KOMUNITAS SEJUTA GURU NGEBLOG BEKERJASAMA dengan  MENJADI GURU YANG INSPIRATIF  http://pendidikinspiratif.wordpress.com


























¿

Minggu, 23 November 2014

AKU DAN MEREKA



“ Bu saya ada menulis lagi “ Ujar siswaku sambil mengeuarka dua lembar kertas dari tasnya dan memberikan padaku dengan malu-malu.di ruang guru siang itu


Dia ucapkan kata LAGi, karena memang tulisannya kali ini merupakan kedua kalinya. Sedangkan yang Pertama saat jam pembinaan wali kelas di mana saaat itu aku menugaskan siswa yang aku wali kelasi utuk menulis curahan hati mereka di selembar kertas dan tulisannnya menarik perhatiaanku, dan sebagai apresiasi terhadap tulisannnya aku pasang di MADING KELAS dan kutulis ulang di mana aku punya Blog. Dari sanalah dia mungkin jadi termotivasi lagi menulis.

“ Oya coba ibju lihat” kuterima kertas itu.dengan antusias dan kubaca satu persatu satu.  
Dan saat kubaca satu dari dua tulisannnya yang dia beri judul MENGGENGGAM BUMI  muncul sebuah harapan semoga apa yang ditulisnya merupakan apa yang tersirat dalam hatinya dan akan diimplentasikan dalam kehidupannya sehari hari sehingga cinta lingkungan sudah menginternalisasi  pada dirinya. Aku tidak peduli tentang cara penulisannnya dan pemilihan katanya yang penting bagiku sebagai guru IPS Nya ada satu kebaanggaan karena siswaku sudah menunjukan bukan hanya kemampuan kognitif saja namun lebih tinggi dari itu.

Membaca tulisannnya aku jadi  ingat  saat kegiatan pembelajaran materi permaslahan lingkungan hidup dan pengaruhnya. Saat itu pembelajarannnya kuawali dengan menayangkan power point SURAT 2070 yang filenya  aku dapatkan ketika seminar lingkungan hidup lima tahu yang lalu. Setelah itu aku minta pendapat mereka tentang penayangan SURAT 2070, dari ekspresi mereka dapat aku simpulkan,  mereka begitu antusias dan dia siswaku, menuliskannnya lewat puisi.



Lain lagi, siswa ku yang satu ini, sebut saja si Badi ( nama samaran ), kebiasannnya adalah memakai peci. Biasanya kalau ada siswa memakai topi upacara di kelas aku pasti menegur dan mmerintahkan mereka untuk melepaskannnya, namun entah kenapa saat aku melihat dia pakai peci hitam, dan di wajahnya terlihat sisa- sisa air wudhu batinku melarang untuk menegurnya. Mengapa kau larang, bukankah itu positi ? demikian batiku berkata. Kebetulan saya mengajar di kelasnya waktunya berbarengan dengan masuknya sholat dhuhur, sehingga aku memerintahkan mereka untuk sholat dhiuhur dulu, baru belajar.

 “Semoga nanti kamu jadi pak Haji ya “ Ujarku sambil kuusap pundaknya Yang dijawab aamiin olehnya sambil kedua tanggannnya di telungkupkan ke dadanya.



Kalau siswa yang ini, dia tidak aku ajar, namun darinya kau mendapat sebuah kritikan yang menurutku masih di batas kespopanan. Begini suatu hari aku sedang makan di ruang kantor, dia datang, dengan tujuan menemui rekan guru lainnnya. Karendi dekat guru yang dia akan temui, otomatis dia juga menyalamiku, saat menyalamiku dia berujar

 “ Bu tidak puasa” tanyanya.  Tanyanya yang menyadarkan kalau bulan ini penuh dengan puasa sunah,menjelang hari raya idhul  Adha.

“ Kamu puasa?” tanyaku bukan menjawab pertanyaannnya. Yang dia balas dengan anggugan kepala.

“ Alhamdullllah, kamu puasa, kalau ibu nant dua hari aja “ ujarku yang kemudian di balas dengan senyum dan anggugan. Semoga anggogannya merupakan sebuah sikap saling menghargai. Dan sebuah kebanggaan muncul dalam diri, walau di awali dengan rasa malu akan tegurannnya, namun itu tidak soal,karena yang jelas lewat dia aku diingatkan bahwa bukan urusan muda dan tua, bukan urusan siswa atau guru masalah ibadah, terkadang gurupun harus  banyak belajar dari mereka, dari siswanya. Mengapa tidak.

Terakhir aku ingin bercerita tentang siswa yang sekarang sudah keluar, namun kenangannnya begitu masih melekat., kutulis tentangnya dengan menuliskan kembali statusku tentangnya di facebook.dan sekaligus mengakhiri tulisanku, Tulisan tentang sebagian dari mereka, siswa-siswaku, yang bagiku laksana  sumber mata air yang tiada habisnya  untuk bahan  tulisan-tulisanku. 


Dia tersenyum dan sesekali bercerita pengalamannnya di ajang Olimpiade Sains Nasional di Batam yang baru saja dia ikuti. Kuraba keningnya Alhamdulillah panasnya sudah mulai berkurang dibandingkan tadi sewaktu aku dan kedua rekanku tiba badannya terasa panas ku pegang. Dia menunjuk souvenir yang dia bawa ada, sebungkus gantungan kunci
 " itu katanya untuk guru guru bu " ujar mamanya
" dan itu pulpen pulpen untuk teman-temannnya. uajrnya mamanya lagi.
 Kulihat ada sejumlah pulpen warna merah putih dan di sebelahnya ......ada beberapa amplop kecil warna putih yang sudah ditulisi nama-nama.
 " itu rencananya akan di iisi uang dari hadiiah Olimpiade Sains Nioanal untuk diberikan kepada yang berhak selain diberikan ke mamanya " kata mamanya lagi sambil mengusap genangan air matanya dengan jilbab yang dia pakai.
Aku dan kedua rekanku seperti terhipnotis tak bisa berucap selain mengusap genangan air mata yang hampi jatuh dan aku yakin kedua rekanku memiliki rasa yang sama. SEMOGA LEKAS SEMBUH ALDINARKU KAMI MENYAYANGIMU

Tulisan ini dikut sertakan pada lomba menulis untuk guru, yang dilaksanakan Komunitas Sejuta Guru Ngeblog ( KSGN)