Sabtu, 12 September 2015

Saya, Pak Anis Baswedan dan Reza Sebuah Pengalaman Yang Menginspirasi



Sebuah undangan warna putih bertuliskan "Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional Nasional 2015" saya terima satu hari sebelum acara penutupan itu digelar. Sebuah ajakan  untuk mengapresiasikan hasil karya anak bangsa khususnya pelajar, sayang kalau tidak dipenuhi dan tidak dihadiri.

Bersama dengan beberapa rekan guru, saya berangkat menuju Istana Kepresidenan Cipanas di mana acara itu di gelar. Kurang dari lima menit saya telah tiba. Beberapa tenda berhias dominan warna merah putih menyambut kami. Acara ini digelar memang dalam rangka memperingati 70 tahun Indonesia merdeka, dan tenda tenda yang ada, tempat di mana masing masing lomba cipta seni berlangsung.


Tenda tenda itu telah sepi, hanya beberapa tenda yang masih ada kegiatannya. Diantaranya tenda yang diisi sekelompok pelajar yang sedang memainkan alat musik sederhana. Beberapa tong besar dipadu dengan alat musik mengeluarkan irama yang begitu indah. Mengajak saya untuk menikmatinya sesaat dan duduk diantara pembina dan pelajar yang turut berlomba.


Sebuah tenda menarik perhatian saat saya menuju gedung utama acara penutupan akan digelar. Tenda yang penuh lukisan -lukisan. Sementara dua pelajar sedang asyik melukis. Satu diantaranya duduk di bawah dengan tampa kedua tangan. Jari -jari kakinya yang ternyata dari kakinya yang berukuran kecil dengan kuatnya mencengkeram kuas yang penuh dengan cat dan dengan lembut menyapukannya pada kanvas.Sebuah pemandangan yang memunculkan sebuah zikir, Allah Maha Besar, Maha Rahman dan Rahim NYA dibalik kekurangan hambaNYA DIA pun menyertakan KEKUATAN dan KELEBIHAN. Masya Allah.




Saya yang  tidak menahu tenrang seluk beluk lukisan, satu persatu menikmati hasil lukisannya. Dari lukisannya saya baca namanya Reza Dela. Seorang pelajar berkebutuhan khusus dari Sukanagara. Sebuah kecamatan di Cianjur Selatan.


Reza tidak sendiri.Dia ditemani dengan temannya yang juga berkebutuhan khusus. Kalau reza tidak memiliki kedua tangan dan sepasana kakinya kecil, lain lagi kondisi temannya yang badannya terlihat besar  Tuna Rungu. Tapi mereka sama sama menghasilkan sebuah lukisan yang hebat. Syahrul demikian namanya sekolah di SLB Cipanas dengan asyiknya menyapukan cat ke kanvas

"Justru saya yang harus berterima kasih kepada ibu, dua generasi telah menjadi guru" ujar Pak Anis Baswedan, saat saya mengucapkan terima kasih kepada beliau.Dua generasi yang dimaksud karena saat berbincang singkat dengan beliau saya ditemani piteri saya yang berprofesi juga guru.Ucapannya penuh kelembutan dan humanis. 


Saya bersyukur, telah berkesempatan berbincang dengan beliau walau singkat dan berfoto bersamanya. Saya yakin guru mana yang tidak senang dan bangga dapat berbincang dan berfoto bersama beliau. Kesempatan ini tidak saya sia  siakan saat saya melihat  rombongan pak Anis yang berjalan ke arah di mana saya berada. Saya menjadi kuat untuk ingin betbincang dengannya, ketika melihat keramahan beliau menanggapi semua pertanyaan sambil menyalami peserta lomba dan guru pembina yang ingin bersalaman dengan beliau. Alhamdulillah usaha saya untuk itu berhasil. Dan bagiam perbincangan dengan beliau saya tulis di atas. 

Sebuah pengalaman yang berharga sekaligus menguatkan saya kembali bahwa menjadi guru adalah panggilan hidup. Pantas saja panitia dalam undangannya sebagian ada dari guru. Karena memang acara ini begitu mengiinspirasi, termasuk saya yang juga seorang guru.



Selasa, 23 Juni 2015

SETELAH 32 TAHUN,AKHIRNYA KAMI BERTEMU


Tulisan ini jujur saja bentuk dari sebuah kekaguman dan apresiasi  terhadap sahabat sahabat lama saya.Sahabat yang selama 32 tahun tak tahu keberadaannya,kini telah dipertemukan dan dipersatukan kembali, khususnya kepada kelompok T7 yang dengan gigihnya menjadi penggagas dan penggerak terwujudnya Siahturahmi yang kemudian ternyata bukan hanya sekedar temu kangen saja, lebih dari itu. Juga terhadap sahabat sahabat lainnnya, yang ternyata merespon dan memiliki rasa yang sama ingin mengulang  kembali silaturahmi yang pernah terjalin tiga puluh dua tahun yang lalu.Masa di mana  masih berpakaian putih abu,di sebuah Institusi yang bernama Sekolah Pendidikan Guru (SPG) 3, 

Angota T7 dari kanan  Wawan,,Murjaya,, Suparni,Saiful,Naji,Hasanudin, Saiman 

SAYA DIBERI TAHU MELALUI  SEBUAH SMS.

Sore itu sebuah sms saya terima dari salah seorang kawan lama Mutinah. Teman sewaktu menimba ilmu di SPG. Bunyi pesannya mengajak saya untuk berpartisipasi dalam silahturahmi Alumni SPG 3 83., di akhir pesannnya dia meminta saya untuk mengaktifkan WhatsApp karena sudah terbentuk group SPG 3  83 sehingga memudahkan komunikasi. Sebuah ajakan yang menarik dan langsung saya penuhi, walaupun dalam benak saya jujur saja  ada anggapan "paling paling  ketemu, Cipika cipiki, saling memperkenalkan diri lagi dan selanjutnya goodbay deh" Namun itupun telah menggoda saya untuk ikut.Setidaknya akan bertemu dengan teman teman lama.dan untuk WhatsApp  saya langsung membuat karena memang saya belum memiliki. 

Bersamaan dengan sms yang saya terima dari Mutinah, sebuah status di facebook menarik perhatian saya."Di mana sahabat lamaku Acih berada". Demikian bunyi statusnya.Pemilik akunnya Sulisti.Nama yang mengingatkan saya pada seseorang berpakaian putih abu dengan rambut panjang dikepang dua,bila tertawa dia tutup mulutnya. Entah ini sebuah kebetulan atau apa namanya yang jelas menguatkan niat saya untuk hadir dalam temu kangen alumni. kebetulan saya juga ingin meminta doa akan kesembuhan Nuraida yang juga alumni SPG 3 yang selama ini menjalin komunikasi dengan saya. Undangan temu kangen, sahabat yang bertanya keberadaan saya melalui facebook, serta kondisi sahabat yang sakit dan membutuhkan doa, yang secara kebetulan bersamaan saya alami itu menggerakan  saya memulis   status di  facebook yang kemudian mendapat komentar dari Hadiyatie yang juga alumni.



DUGAAN SAYA BENAR-BENAR MELESET

"Paling paling  ketemu,Cipika cipiki, saling memperkenalkan diri lagi selanjutnya goodbay" Persangkaan saya itu  ternyata SALAH BESAR.Tanda- tanda Persangkaan saya salah sudah terlihat pada saat saya masuk Vila di Ciloto di mana pertemuan itu diadakan.Walaupun saya terlambat karena harus menghadiri rapat kenaikan kelas dulu. Sambutan mereka begitu kekelurgaan.Satu persatu mereka mendatangi begitu saya keluar dari mobil.Sebuah penerimaan yang begitu hangat."Masih ingat saya Saiman" "Saya Husin",Saya Hasanudin" saya Naji dan seterusnya.Bukan itu saja satu persatu mereka memperkenalkan istrinya masing masing yang ternyata kemudian saya ketahui istri dari kelompok T7 dan lainnnya.

Merasa di terima dan aura kekeluargaan begitu kental terasa,  saat satu persatu dari mereka memperkenalkan diri.Tidak terasa kecanggunagan dan tidak ada rasa asing di antara kami padahal 32 tahun bukan waktu sedikit.Waktu di mana banyak hal berubah semisal Fisik kami, karir dan lainnnya.Contoh saja saya begitu pangling dengan Husin teman yang saya sering kunjungi dengan Ario Tejo, Mat Zein,teman yang sama sama masuk Vokal Group sewaktu di SPG, Wawan yang aktif di Pramuka bersama Asmari, Endang yang dulu aktif Volly,Ibnu Maulana yang namanya mengingatkan saya kepada Rini berambut panjang,Hasanudin yang saya kenal dulu begitu pendiam, Murjaya yang dulu kalau saat lebaran saya dengan Hadiyati meminta pepaya padanya. Saiman yang aktif di OSIS, Joko yang aktivitis Pramuka.dan Suparni, Rughayah, Amin dengan Tati yang kini lebih ramping serta  Endah yang seperti dulu riang. Perubahan yang terasa sekali bagi saya  adalah Listi.. di benak saya tertanam gadis berambut panjang dikepang dua tidak terlihat lagi. Mereka semua tampak berubah dewasa dan matang sedangkan dalam benak saya tertanam mereka dengan penampilan tiga puluh duatahun yang lalu.

Namun wajah yang banyak berubah ternyata tidak menghapuskan bahwa kami dulu pernah berteman, itu terwujud dari kami langsung akrab. langsung menyatu, langsung bersholat berjamaah bersama, bernyanyi, berjoget,berolah raga bersama,sebuah pertemuan yang pastinya menjadi sesuatu yang indah, .Sesuatu yang mahal harganya di saat saat memasuki usia kepala lima.Betapa Indahnya Persahabatan.Betapa Indahnya Siahturahmi. 'Nikmat TuhanmuYang mana lagiyang kamuDustakan". 

Sebenarnya tidak semua wajah terasa asing. Banyak juga yang familier di mata saya. Semisal Soheh dengan istrinya mutinah Uripasih, Hadiyati Milda,  Saiful , Raska, Naiman, Hasunah, Eko, Jakaria Mimin, Neneng, Sri Pur.karena kami pernah bertemu minimal  saat halal bihalal atau menjalin pertemanan melalui media sosial facebook.Namun dengan pertemuan kali ini begitu lengkap.Begitu banyak yang hadir.Walaupun masih ada diantara kami  yang tidak semoga waktu bisa mempertemukan dengan mereka. 

Seminggu setelah pertemuan mereka mengunjungi Nuraida yang sedang sakit
WhatsApp GROUP SPG3 83  MENYADARKAN SAYA

Ajakan dari beberapa rekan alumni  untuk membuat WhatsApp saya penuhi.setelah aktif WhatsApp saya, beberapa rekan menghubungi melalui WhatsApp pribadi  diantaranya .Mimin,Neneng dan terakhir Saiful. "Hey Cih,pakabar??Ipul nih", "Tuh,udah masuk grup,acih".demikian bunyi pesannnya.  Tidak menunggu lama saya buka WA Group SPG3 83 dan Masya Allah,ramai skali group ini.dalam arti penuh keakraban.Saya ikuti percakapan percakapan mereka dan sesekali saya masuk.Namun lebih banyak menyimaknya  dan tertawa.Ya Group ini penuh dengan celotehan celotehan yang membuat saya tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.Celotehan celotehan yang banyak diwarnai dan kental budaya betawi.Mpo,Abang,pantun,dan celotehan betawi lainnnya.yang kesemuanya menyita perhatian saya untuk selalu dan selalu membuka akun group.ini.Walaupun hanya sekedar untuk  membaca.

"Riang dan mengundang tawa"ternyata bukan hanya itu yang bisa saya pelajari dari WA Group SPG 3 83. Ada hal lain,ada nuansa yang berbeda  yang menyadarkan anggapan saya sebelum masuk group WA bahwa pertemuan Ciloto itu hanya sebatas pertemuan temu kangen tidak lebih.Tepampang dengan jelas melalui berbagai foto yang di uploud ternyata bagaimana sebahagian dari mereka menjalin komunikasi dan silahturahmi dalam bentuk yang lebih bermakna,lebih persaudaraan,lebih kekeluargaan dan ada lagi  yang membuat saya tiap beberapa menit membukanya,yaitu WA Group SPG 3 83 terkadang seperti saya menyaksikan laporan pandangan mata,betapa tidak apayang terjadi dengan kominikasi antar mereka,mereka beritakan di group.Mereka kirim gambar. seperti bukan di dunia maya saya rasakan.ttapi saya jadi larut kedunia nyata.Haru,bangga,dan rasa lainnnya larut menjadi satu yang akhirnya setetes air mata mengalir,ada keinginan untuk terbang menemui mereka,ingin turut bersama mereka.tetapi apa mau dikata letak dan kondisi yang tidak memungkinkan,dan pada akhirnya saya tuangkan lewat tulisan. 

Saling berkomunikasi dan bekerjasam,mengundang Ustad yang juga rekan seperjuangan  di SPG3
Betapa tidak haru,mereka begitu kompak dan saling mengajak untuk menjenguk Nuraida yang sedang sakit seminggu sesudah saya katakan di pertemuan Ciloto. Mereka ternyata membuktikan pertemanan begitu berharga bukan hanya sekedar hura hura tetapi lebih dari itu.Mereka dengan sabar saling menunggu,saling memberitahu,saing mengajak .

T7 meggalang rekan rekan untuk saling berbagi dan berempati 
Betapa tidak haru,lewat Grup WA saya melihat betapa dengan iklasnya Asmari dan Saeful mengantarkan pesanan temannya.Ada sesuatu yang berharga dari hanya sekedar pesanan itu,sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang."PERSAHABATAN YANG IKLAS".yang kalau bukan karena persahabatan yang tulus tidak mungkin Asmari ke rumah Hasunah mengantarkan kolang kaling pemberian Saeful. Kalau bukan Persahabatan yang tulus tidak mungkin Saeful berpanas panas kerumah Mutinah mengantarkan pemberiannnya.dan kalau tidak persahabatan yang tulus tidak mungkin Haduyati bercape cape kerumah Hasunah mengambil kolang kaling pemberian Saeful.Apa yang mengerakkkannnya ? PERSAHABATAN YANG TULUS.
Mengembangkan usaha rekan yang memiliki potensi  melalui berbagai dukungan 
Persahabatan yang tulus pula yang menggerakan Suntoro menguploud Foto hasil kerajinan temannnya.

Kesemuannnya membuat saya menyadari betapa pertemanan yang terbentuk sudah berubah makna.Pertemanan yang terbentuk bukan hanya sekedar jalan bareng,jajan bareng,naik bis bareng,belajar bareng seperti tiga puluh dua tahun yang lalu.tetapi pertemanan yang tujuannnya mencari Ridho Allah.Sejalan dengan kedewasaan dan usia.Semoga saja Tali pertemanan yang tersambung kembali ini akan terus berlanjut.sampai usia senja dan menutup mata.Betapa bahagaianya nanti di usia senja kita memikili persahabatan yang tulus. persahabatan yang menemani hari hari di mana kita tidak lagi disibuki urusan dunia. dan akhirnya hari senja penuh dengan oarng orang terkasih SAHABAT.diantara.Aamiin 
di rumah Nuraida,(Dok Group SPG383)

mengantarkan amanah dari teman  sebuah tindakan yang lahir dari sebuah rasa presaudaraan(Dok : Group SPG3 83)

beroah raga bersama,tidak penting jenis olah raganya,namun kebersamaa dan tertawa bersama menjalin keakraban  

Kebersamaan yang mahal harganya (Dok Group SPG 3 83)


Semalam di Ciloto (Dok Group SPG 3 83)


Penulis yang berdiri dan Wawan 32 tahun yang lalu ( Dok Pribadi)

Inilah sebahagian kami 32 tahun yang lalu

32 tahun yng lalu kebersamaan melalui hobby yang sama

Wisata bersama dari kanan Hadiyati,Penulis,Eli,Kris (Dok Pribadi)

Kebersamaa wisata brsama 32 tahun yang lalu

Berorganisasi Bersama dari kanan  Penulis,Saiman,Asmari,Ibnu dan Pak Kohar 

Kebersamaan saat akan menjelang kelulusan 32 tahun lalu 

Kami 32 tahun yang lalu

Kamis, 11 Juni 2015

Sahabat Dalam Kenangan


Sebuah SMS mengejutkan saya, Rabu 10 Juni 2015 pukul 5.30'. Saya lihat pengirimnya bu Cucu. Rekan saya mengajar. Dan lebih terkejut lagi  saat kata demi kata saya baca. "Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Telah meninggal dunia ibu Hetty/istri bapak Koharudin, tadi jam 01.00 di Bandung.Mohon do'anya semoga almarhumah mendapat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin... Alfatiha". Sebait kalimat itu saya baca berulang ulang, seperti tidak percaya. Sementara itu bayangan seorang wanita yang sedang berjuang melawan penyakitnya nun jauh di sana, di sebuah desa yang jauh dari sahabat sahabatnya membayang dengan jelas di pelupuk mata. Sebuah penyesalan muncul, betapa tidak, karena alasan kesibukan, kami membatalkan menjengoknya sehari sebelum sahabat kami itu dipanggil Pemiliknya Allah SWT. Sebuah niat baik memang jangan ditunda, apalagi menjenguk yang sakit. 

Saya baca Alfatiha, sementara tangan dengan kuatnya memegang hp dengan layar masih  memunculkan isi  sms tentang berita kematiannya. Kenangan tentangnya, kembali bermunculan seperti baru saja terjadi, mengajak saya untuk bercengkrama menyusuri perjalanan dengannya.


Saat almarhum masih bersama kami, nomor 3 dari kiri depan 



Saya tidak tahu dengan jelas, kapan almarhum sakit. Yang jelas dalam ingatan, betapa kuatnya dia untuk sembuh. Dan selalu berusaha memperlihatkan " saya sehat". Terlihat dari caranya menyikapi sakitnya. Kalau masih bisa untuk mengajar, dia akan lakukan. Dan terlihat pula untuk selalu tampil prima dan terlihat rapi dalam penampilan, sehingga kami melihatnya seperti baik baik saja. 

No 7 dari kiri 

Ah  saya tidak bisa melanjutkan tulisan tentang kenangan dengannya. Banyak kenangan namun entah kenapa sulit menguraikannya. Sementara mobil yang membawa kami menuju kediamannya sudah menembus kedinginan daerah Cilaku.ya saat saya menulis ini sedang dalam perjalanan menuju Kadupandak, sebuah daerah di Cianjur Selatan yang ditempuh kurang lebih 5 jam dari Cipanas.Sebuah jarak yang tidak bisa dikatakan dekat. Apalagi harus melalui jalan yang di kanan kirinya masih banyak ditanami pohon pohon besar. Di sanalah sahabat kami menghabiskan hari hari terakhirnya sambil berjuang melawan penyakitnya.Mengingat itu lagi, sebuah penyesalan menyeruak kembali, "mengapa alasan kesibukan membatalkan niat untuk turut menengok bersama sahabat -sahabat lainnya yang menengok bulan lalu, dan sehari sebelum kematiannya, mengapa pula rencana menengoknya kembali tidak terlaksana?". Lagi lagi alasan duniawi, kesibukan. Semoga bu Hetty memaafkan kami, dan semoga pula dilapangkan kuburnya, dan syurga menjadi kediaman terakhirnya. 

salah satu pemandangan jalan menuju tempat kelahiran almarhum

Saya terus bercengkrama dengan perasaan sendiri.Sementara tangan terus mengetik kata demi kata tentangnya di blog pribadi saya ini. Namun sedikit yang bisa tertuang tentang kenangan yang terjadi. Yang ada sebuah rasa yang terus bermain main tentang kekuatannya untuk berjuang melawan penyakitnya di sebuah daerah yang jauh dari sahabat sahabatnya,  dari anak -anak didiknya. Sebuah kekuatan yang mungkin almarhun dapatkan dari sang bunda yang melahirkan yang selalu berada di dekatnya juga bersama kedua anaknya, serta suaminya. 

"Di sana tempat lahir beta, di buai dibesarkan bunda, tempat  berlindung di hari tua, ssmpai akhir menutup mata" kalimat lagu itu tiba tiba saja muncul dalam ingatan saat diri sibuk dengan perasaan tentangnya. Yang membawa sebuah kesadaran diri tentang sebuah takdir. Takdir kalau bu Hetty menutup mata saat berada di sekitar orang orang terkasihinya , juga melewati hari hari terakhirnya di peraduan tanah kelahirannya. Selamat jalan sahabat, kenangan tentangmu akan terus mengisi di sudut hati kami. Yang Insya Allah tak kan terhapus walau waktu terus bergulir. 







Sabtu, 30 Mei 2015

Sambutan Kepala LPMP Prop Jawa Barat Pada Penutupan Workshop RTL Implementasi PAMS BWI Bagi Kepala Sekolah dan Pengawas 26-29 Mei 2015



Workshop Rencana Tindak Lanjut Implementasi Program Akselerasi Mutu Sekolah (PAMS) BWI bagi Kepala Sekolah dan Pengawas yang dilaksanakan pada tanggal 26-29 Mei 2015 dan bertempat di Lembaga Penjamin Mutu Sekolah (LPMP) jalan Butu Jajar secara resmi ditutup oleh kepala LPMP Drs Totoh Santosa,MM. Dalam sambutan penutupannnya Drs Totoh Santosa,MM mengulas dan memaparkan bagaimana peran Sekolah dan kepala sekolah  yang ditunjuk LPMP  sebagai piloting sekolah PAMS BWI dalam hal ini kepala sekolah   mampu mewujudkan sekolah yang bermutu dan berwawasan internasional.

Kepala sekolah bersama pengawas binanya harus  memperlihatkan kualitas profesi dan menjadi spirit bagi kepala sekolah,guru,TU,Pengawas  yang ada di lingkungan sekitarnya. Sehingga sekolah tersebut memiliki nilai untuk selalu tidak puas dalam memajukan sekolahnya. Mental kepala sekolah maupun guru harus  selalu mencari yang berbeda dan merasa tidak puas. Selalu mencari dan mencari sebuah prestasi. Sekolah yang  tidak pernah dan tidak surut untuk selalu melakukan dan memberi semangat, spirit dan motivasi kepada guru saat guru melakukan tugasnya secara monoton yang akibatnya  timbul rasa jenuh pada siswa.

Kepala sekolah harus mampu bagaimana menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan  sehingga siswa menjadi happy, senang dan betah di sekolah dan suasana ini  menjadi karakter mereka. Karena guru  dan kepala sekolah mereka  selalu memberikan pelayanan yang baik sehingga siswa akan berkata “Saya senang di sekolah “.




Sekolah dengan  misi PAMS BWI, berusaha  mencapai sekolah yang menjadi kebanggaan karena memiliki prestasi yang dapat dibanggakan. Untuk  hal tersebut Memang  memerlukan sebuah proses. Tetapi kita harus kesana.dan program ini sudah benar, tinggal hal-hal apa yang belum tercapai diusahan untuk tercapai. Sehingga mendekati sekolah berwawasan Internasional, setidaknya seperti yang diutarakan oleh Ramadani Chonseler kepala sekolah International School Of Batam yaitu, kepala sekolah bukan pemimpin yang ditakuti, dan otororiter, Hubungan antara guru dan kepala sekolah tidak ada jarak namun merupakan sebuah tim work yang solid dalam memajukan sekolah. Sebagai sebuah tim Work Kepala skolah harus mampu menggali ide dan gagasan dari guru.guru. Mereka ketika  diberi tugas harus yang relevan dengan tugasnya sebagai guru. Kemudian kepala sekolah melindungi guru sebaliknya kepala sekolah dilindungi dan dicintai guru guru,dan selalu intropemsi  intropeksi apa yang sudah dan belum dicapai?.

Sekolah berwawasan internasional bukan berarti sekolah yang  setiap guru mengajar harus dengan pengantar berbahasa Inggris sehingga terjadi kesalahan dalam memahami pelajaran karena tidak paham bahasa Inggris yang akibatnya terjadi kesalahan konsep.  seperti halnya yang pernah terjadi pada sekolah rintisan bertarap Internasional(RSBI) , tetapi minimal siswa mampu berkomunikasi berbahasa Inggris, sehingga ada suasana yang berbeda suasana  sekolah berwawasan Internasional

Kondisi tersebut  dapat  dicapai dengan memberdayakan guru ataupun siswa yang pandai berkomunikasi dalam  bahasa tersebut untuk melatihnya  .atau dari masyarakat. Namun  dalam proses tidak seperti pelajaran bahasa Inggris di kelas. Untuk itu kepala sekolah harus mampu  berinovasi, mencari strateginya jangan mengajarkan guru, ataupun siswa seperti belajar bahasa inggris di kelas. Untuk itu perlu dipikirkan strategi lain sehingga siswa mampun guru menjadi senang ketika berlatih berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Selanjut  Kepala LPMP Propinsi Jawa Barat juga menyinggung mengenai bagaimana seharunya sekolah tidak hanya sebatas mengajarkan Matematika, IPA dan pelajaran lainnnya, tetapi juga  mengembangkan potensi yang diperlukan anak di masyarakat saat mereka lulus.  Keterampilan dan Pengetahuan harus dipersiapkan, untuk Desainnnya  sekolah dan guru,mau dibawa kemana mereka. Keterampilan,pengetahuan membantu siswa  dalam melangsungkan kehidupan sehingga akan muncul kreativitas Gurukarena bukan  hanya metari pokok saja tetapi bagaimana mengajarkan bagaimana siswa menjadi seorang pemimpin, tehnokrat dan lainnnya. Ini semua perlu persiapan. Sedangkan  selama ini pendidikan Indonesia seperti tidak tahu arahnya mau dibawake mana. Asal siswa sekolah.sedangkan Negara lain mereka sejak dini sudah tahu anak atau siswa mau jadi apa?mau menjadi seniman,tehnokrat,atau lainnnya

Sekolah  seharusnya sudah mengetahui diarahkan kemana mereka   sejak SMP kelas dua kemudian direkomendasikan   kepada orang tua kemana arah anaknya. Sehingga siswa sudah tahu mau jadi apa. Oleh karena itu Negara yang sudah tahu arah siswanya mau jadi apa tidak pernah miskin akan para ahli di bidangnya.dan tidak ada yang tidak bekerja. Karena sejak di bangku sekolah,  sekolah sudah mengarahkan siswa kemampuannnya walau ada perbedaan kecerdasan.

Jangan kan untuk tingkat Sekolah Menengah pertama.Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pun tidak jelas arahnya.Padahal sekolah kejuruan seyogyanya setelah selesai mereka siap pakai. Bukan untuk melanjutkan.tetapi kenyataannnya SMA maupun SMK  saat ini sama saja saat masuk perguruan tinggi sama sama mmiliki peluang . Dan ini belum terjawab di dunia pendidikan Indonesia

Sekolah yang menjadi piloting PAMS BWI hendaknya mampu mengarahkan dan merekomendasikan  anak itu mampu menjadi apa? Mengapa tidak. Seperti contoh Orang tua menginnginkan anaknya menjadi tehnokrat. Tetapi kepala sekolah merekomendasikannya sebuah  propesi di bidang yang bukan keinginan orang tua tetapi berdasarkan kemampuan siswa tersebut.

Hal itulah maka,menjadi tanggung jawab kepala sekolah untuk memberikan pemahaman kepada  orangtua menyadari bahwa orang tua harus mengetahui perkembangan anaknya.sudah memiliki kemampuan apa agar tidak hanya sebatas menyekolahkan siswadan menyerahkan ke guru.karena yang orang tua harus menanyakan perkembangan anaknya. Arahan ke masyarakat itu peran siapa? Agar masyarakat kritis. Akhirnya dunia pendidikan diawasi oleh semua lapisan masyarakat.

Yang penting menyiapkan arah belum paham benar tentang pendidikan.contoh oaring tua memasukan ke TK hanya untuk menitipkan padahal sekolah TK untuk pembentukan perkembangan anak yang harus dicapai baik kecerdasan emosi,keterampilan danlainnnya. Adateorinya dan itu harus dipahami orang tuamnya. Namun yang terjadiyang penting menyekolahkan. Saat SD,SMP adasebahagian orang tua yang menitipkan 100% anakkepadagurunya.

Disinilah peran kepala sekolah menyampaikan bagaimana orangtua menyadari,  bahwa orang tua harus mengetahui perkembangan anaknya.sudah memiliki kemampuan apa,  agar tidak hanya sebatas menyekolahkan siswa dan menyerahkan ke guru,tetapi  orang tua harus menanyakan perkembangan anaknya. Di sinilah peran kepala sekolah memberi   Arahan ke masyarakat  Agar masyarakat kritis. Akhirnya dunia pendidikan diawasi oleh semua lapisan masyarakat.dan tak kalah penting dari itu semua kepala sekolah harus mampu mendengarkan rintihan mereka,rintihan guru. sehingga akan muncul tim work yang yang solid akan memunculkan sebuah kreatifitas dari guru seperti apa yang dituturkan diatas. yang dampaknya akan mampu mengarahkan kemana profesi  anak akan menuju. 

Jumat, 29 Mei 2015

Worksop Rencana Tindak Lanjut Implementasi PAMS bersama LPMP



Alhamdulillah Jum'at 29 Mei 2015, Workshop Rencana Tindak Lanjut Implementasi  Pogram Akselerasi  Mutu Sekolah (PAMS) BWI  telah masuki hari terakhir. Workshop yang dimulai dari  tanggal 26 Mei 2015 ini dan berakhir tanggal 29 Juni di buka langsung oleh ketua LPMP Prop Jawa Barat Bapak  Drs Totoh Santosa MM. Seperti PAMS tahun lalu,tahun inipun diikuti oleh enam SMP di kabupaten Cianjur dan dua dari kabupaten Banjar. Enam SMP di  kabupaten Cianjur  diantaranya SMPN 1 Cugenang,SMPN  3 Cugenang, SMPN 3 Caianjur, SMPN 2 Cipanas,SMPN 1 Cipanas dan  satu dari dari swasta  yaitu SMP Al Azhar. Sedangkan dari kabupaten Banjar ada SMPN 1 dan 2 Banjar.

Hari pertama Workshop, materinya  orientasi  kegiatan PAMS Overvie PKG/PKB dan Pengelolaan Dana Bos. Khusus  Oviervie PKG/PKB  metode yang digunakan diskusi  dengan Widyawara merupakan sebuah tim. Peserta yang terdiri dari pengawas, kepala sekolah dan Widyawara dibagi beberapa kelompok  untuk mendiskusikan tentang beberapa pertanyaan yang berkaitan seputar  Program Keprofesional  Berkelanjutan dan Penilaian Kinerja guru kemudian pak Ridwan Jamil menutup hari  pertama dengan  membahas sekitar pengelolaan BOS yang banyak mengundang pertanyaan dari  peserta  yang notabenenya kepala sekolah dan Pengawas.


output hasil revieu PKB/PKG


Bu Ramdani memaparkan pengalamannya 

Ada yang menarik dari sesi  ini ada beberapa kalimat yang menginspirasi  yang keluar dari pak Ridwan Jamil yaitu “Jangan ada Dusta diantara kita,dan  lakukan perubahan sekecil  apapun dengan  meanalogikan cerita Bintang Laut.

Hari ke dua Workshop diawali mendengarkan sharing dari  pengawas SMPN 1 Cipanas yang juga merupakan koordinasi Pengawas Kabupaten Cianjur yaitu bapak Drs Dadang Setiawan,M.Pd seputar Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) yang kemudian dilanjutkan oleh TIM widyawaraLPMP yang terdiri dari DR Reni, AdeSunawan M.Pd,dan Rini  membahas tentang PKB dan PKB dari mulai test Formatif PKG,Evadir, EDS dengan tugas lanjutan pembuatan Program PKB. Program PKB yang merupakan tindakan layanan terhadap guru yang ditemukan dari evader,EDS dan test Formatif. Kalau tahap tahap  tersebut dilaksanakan sesuai  dengan keadaan nyata tentunya akan berpengaruh besar terhadap peningkatan mutu guru itu sendiri.Sayangnya banyak diantara guru yang mengisinya dan melaksanakannnya hanya sekedarnya saja. Contohnya EDS banyak yang mengisi asal mengisi sehingga tidak jelas benar di mana kelemahan dan kekuatan guru tersebut yang  akibatnya tentunya kesalahan dalam penanganannya. Lebih celaka lagi kalau hanya untuk sekedar memenuhi administrasi saja.
peserta Workshop bersama  bu Ramdani 


Penulis yang mewakili Kepala Sekolah,  bersama pengawas dan Kasubag Kepegawaian


Bu Ramdani yang mengisi hari ketiga Workshop tidak banyak sharing baru yang dipaparkan. Paparan beliau sama saat peserta workshop  berkunjung ke Batam dalam acara PAMS yaitu SHORT COURSE OF BATAM pada 23 Oktober 2014 yaitu seputar apa,bagaimana Internasional School of Batam. Yang baru mungkin saat beliau memaparkan bahwa ada dampak dari tragedi kejadian Jakarta Internasional  School yang menghebohkan terhadap sekolahnya, yaitu perubahan nama dari International  School Of Batam menjadi The Independent School of Batam. Namun walau begitu,ada hal yang menarik saat beliau menyinggung Kurikulum 13. Beliau berpendapat tidak semua pelajaran bisa ditematikan. Apalagi bahasa, nanti Amburadul, siswa tetap harus belajar tata bahasa lebih dulu. 

Walau materinya bukan hal yang baru,  tetap bu Dani panggilan akrab bu Ramdani selalu menginspirasi dan mengingatkan peserta workshop bahwa keiklasan dalam mendidik tetap nomor satu, dan Attitude diutamakan. Sebab kalau attitude siswa sudah baik siswa akan mudah untuk diberi pengetahuan dan tugas apapun akan dilaksanakan dengan baik.

Setelah sesi bu Dani,dilanjutkan dengan presentasi tugas mengenai format 3 dari program PKB dan analis hasil EDS yang kemudian dijadikan untuk mendeskripsikan profil mutu sekolah sebagai rujukan untuk pembuatan RKS/RKJM. Untuk sesi ini SMPN 1 Cugenang bersama pengawasnya menjadi perwakilan dari peserta PAMS Kabupaten Cianjur. Sedangkan Kabupaten Banjar diwakili oleh SMPN 2 Banjar yang tentunya didampingi oleh pengawas binanya.

sesaat sebelum workshop hari ke dua dimulai

Untuk hari terakhir Jum'at ini, rencananya akan membahas Rencana Tindak Lanjut dari RTL sebelumnya yaitu saat sosialisasi PAMS, apakah sudah terlaksana atau belum dan dilanjutkan dengan penutupan Workshop yang rencananya akan ditutup oleh Drs Totoh Santosa, MM kepala LPMP Propinsi JawaBarat yang sekarang ini dibawah Disdasmen. 

Selasa, 19 Mei 2015

Kak Wildan Pilihan Kami

Hari ini Selasa 19 Mei 2015,  jam pertama saya mengajar di kelas 7 E. Saat hendak masuk kelas, beberapa siswa kelas  9 menghampiri. Diantara mereka ada Oka, dan Reri. Dua siswa yang saya sebut memiliki potensi yang mengangkat nama baik sekolah dengan bidangnya masing masing. Oka dengan teaternya, sedang Reri dengan Matematikanya yang mampu menembus OSN Matematika ke tingkat Propinsi.

"bu ada mengajar?". Tanya Oka

" ada, di kelas 9, ada apa memang?". Saya balik bertanya.Oka kemudian meminta saya untuk mengijinkan mereka mengambil adegan saya mengajar. Yang kemudian saya ketahui untuk membuat video dalam rangka perpisahan.

Saat masuk kelas, tiba tiba muncul sebuah rencana pembelajaran yang berbeda dengan rencana tertulis yang dituangkan di RPP saat saya melihat Fahmi siswa 7 E . Hari ini KD yang saya akan bahas adalah tentang Kreatifitas dan inovasi dalam kehidupan ekonomi.Mengapa tidak Fahmi saya jadikan sumber untuk apersepsi saya dan memulai pelajaran?. Ada apa dengan Fahmi? Sehingga menjadi pilihan saya?. Fahmi telah keluar sebagai juara gitaris terbaik dalam lomba band antar pelajar se Kabupaten Cianjur, dan menurut saya tepat untuk dijadikan contoh agar pembelajaran contekstual teaching of Learning atau yang dikenal di kalangan guru sebagsi CTL, sesuai dengan kehidupan nyata siswa.

Wildan sedang menginspirasi adik kelasnya 7 E

Setelah mengucapkan salam dan menanyakan siswa yang tidak hadir,  saya meminta seisi kelas untuk bertepuk tangan buat Fahmi.
"Kalian tahu mengapa ibu meminta tepuk tangan buat Fahmi?, Fahmi kemarin telah keluar sebagai gitaris terbaik dalam rangka lomba band antar pelajar se Kabupaten Cianjur". Kata saya menjelaskan.Saat bicara mata saya melihat kearah pintu. Dan di depan pintu Oka dengan sopannya meminta ijin untuk masuk.oala saya sadar kalau tadi saya bersama mereka menuju kelas E, saya masuk mereka tetap di luar walaupun tadi sebelum menuju kelas E nereka sudah bicara dan neminra ijin. Sebuah kesantunan yang melahirkan kebanggaan dalam diri.Saya menganggukkan kepala tanda mengijinkan.

mencari tokoh kreatif dan inovatifmelalui internet i


"Ayo Fahmi maju ke depan" kata saya melanjutkan pembelajaran. Fahmi maju, kemudian memaparkan pengalamannya sewaktu ikut lomba. Sementara Oka mengabadikan dengan kameranya yang tidak berapa lama. Dia ijin untuk keluar karena pengambilan adegan selesai.

"Anak anak, hari ini kita belajar bab 16 tentang kreatifitas dan inovasi dalam kehidupan ekonomi, tetapi mengapa tadi ibu meminta Fahmi untuk maju ke depan ? Memangnya ada kaitannya dengan KD yang akan kita pelajari?". Kata saya memulai pembelajaran, yang dijawab serentak ada setelah Fahmi duduk kembali.

"Nah kalau ada, coba kalian jelaskan". Mendapat pertanyaan tersebut mereka membuka buku paket, dan mencari jawaban. Tak berapa lama Yusril yang duduk dengan Fahmi mengangkat tangan tanda sudah mendapat jawaban.

" ada bu, karena menurut David Cambil ciri seseorang dikatakan kreatif apabila memiliki ciri kerja keras, kemandirian, ...... jelas Yusril sambil sesekali membaca melihat bukunya.

"Lho memang di Fahmi ciri tersebut ada?". Tanya saya lagi untuk mengejar sampai di mana  pemahamannya.

"Ada bu, kan latihan terus menerus tandanya bekerja keras.katanya yang kemudian diteruskan paparannya oleh saya. Setelah itu menugaskan mereka secara berkelompok mencari tokoh yang mereja anggap kreatif dengan alasan alasannya yang didukung dengan landasan teorinya.

Saya berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lainnya untuk melihat  tokoh kreatif yang mereka pilih. Ssya baca ada Ridwan Kamil, Mario Teguh, Dahlan Iskan, Sule, Hairul Tanjung. Ketika sampai di meja kelompok Rio, saya membaca kak Wildan sebagai pilihan mereka"Siapa kak Wildan?" Tanya saya yang jawabannya membuat saya kaget. Ternyata yang dimaksud kak Wildan adalah kakak kelas mereka yang baru saja melaksanakan UN.Wildan siswa kelas 9.Mendengar jaeaban mereka muncul sebuah ide, mengapa tidak Wildan didatangkan ke kelas sebagai pemodelan, kebetulan saya lihat dia ada di halaman sekolah tadi.

Saya tugaskan KM untuk memanggil Wildan, dan kelompok ysng memilih Wildan saya tugaskan untuk mempresentasikan jawaban atas pemilihan mereka kepada Wildan, sementara tak berapa  lama davin dengan tiga temannya kembali dengan diikuti Wildan. Kedatangan yang disambut antusias seisi kelas.

"Kamu tahu kenapa ibu panggil?". Tanya saya pada Wildan yang dijawab tidak.Saya kemudian mengutarakan alasan mengapa dia saya panggil dengan menugaskan kelompok yang memilihnys untuk membacakan kembali alasan mereka memilih Wildan sebagai orang yang krestif."karena kak Wildan mampu menyatukan ide dan gagasannya dalam berteater" salah satu kalimat psparan mereka, sementara Wildan denyum senyum mendengarnya.

Setelah kelompok yang memilih Wildan selesai memaparkan jawabannya, saya meminta Wildan untuk bicara yang disambut tepuk tangan seisi kelas. Wildan yang dikenal sebagai ketua eskul teater SMP1 Cipanas itu berbicara yang mampu menarik perhatian kelad 7E. Terlihat dari gelak tawa dan tepuk tangan saat dirinya berpidato. Saya tak lupa mengabadikan peristiwa itu, sebuah perubahan strategi mengajar yang diambil secara mendadak karena situasi, dan tidak sia sia. Dan saya kira guru kadang melakukan itu, merubah strategi mengajar saat pelaksanaan. Dan menurut saya mengapa tidak, selama tujuan pembelajaran dapat tercapai












Minggu, 17 Mei 2015

KUREGUK BAHAGIA BERSAMA MEREKA

Banyak yang ingin saya tulis tentang kebahagian setelah banyak melewati perjalanan hidup. Perjalanan yang tidak bisa dikatakan sebentar. Kebahagian yang tentunya setiap orang pasti merasakannya dalam bentuk yang berbeda. Kebahagian yang datang dari keluarga,,sahabat dan sanak saudara. Merekalah sumber inspirasi kebahagian, sehingga menyadarkan diri ‘”Nikmat Tuhan mu Yang Manakah yang Kamu dustakan?”.dan lewat potongan potongan catatan harian ini, saya ingin berbagi kebahagian semoga saja menjadi inspirasi kebahagian bagi lainnya dan catatan harian ini saya mulai dari sini.

anakku Riza saat ulang tahunku 


Sore itu sebelas Oktober tahun dua ribu sepuluh, aku dan suami sedang bercengkrama di ruang tamu. Suami saat itu baru saja pulang dari masjid menunaikan sholat maghrib berjamaah. Saat aku dan suami sedang bercengkrama sebuah senandung terdengar. “Selamat ulang tahun kami ucapkan“ Senandung itu sangat lirih. Aku tengok asal suara itu, dan betapa kegetnya, ternyata suara itu disenandungkan oleh ke tiga anakku Indah, Indra dan Riza. Mereka  menghampiriku sambil menyerahkan kue itu. “Selamat Ulang Tahun Ma”. Ujar mereka berbarengan
   
Sesaat aku tidak bisa berkata–kata. Aku tak kuasa menahan tangis. Gembira, haru dan kaget berbaur dalam diri. Kupeluk mereka satu persatu. Setelah itu Riza anak bungsuku  yang berusia 15 tahun menyalakan lilin sementara Indra kakaknya mepersiapkan  kue dan minuman lainnnya yang ternyata sudah mereka persiapkan untuk pesta kecil-kecilan yang sederhana.
saat suami berulang tahun 


Kami memang memiliki tradisi merayakan ulang tahun sederhana. Sederhana namun di situlah kami merasakan bahagia bersama keluarga. Bila diantara kami berulang tahun kami merayakannya cukup dengan berbagi kebahagian dengan keluarga saja.”Pesta Kecil kecilan“. Demikian kami menamainya. Kecil-kecilan karena cukup dengan sebuah kue ulang tahun, beberapa snack dan minuman.

Sederhana sekali namun anak anakku menikmatinya. Biarlah  mereka belajar bahwa dari kesederhanaanpun bahagia bersama keluarga  bisa mereka dapatkan. Cinta kasih bisa terjalin erat. Dan aku berharap kenangan itu akan mereka simpan dalam memorinya dan akan mereka buka kelak sebagai bukti bahwa mereka lahir dari lingkungan yang mencintainya. Lingkungan yang selalu menciptakan bahagia bersama keluarga. Yang pada akhirnya menjadikan mereka saling mengasihi, saling menghargai, dan saling mencintai antar mereka.

Mereka sumber inspirasi kebahagianku
Kami duduk di karpet berkeliling. Suami memimpin doanya sementara aku dan anak-anakku mengamininya. Rasa bahagia menjalariku sementara air mata terasa hangat kurasakan. Kulihat mereka menikmatinya. Ibu mana yang tidak merasa bahagia dan tersanjung begitupun aku, Nikmat Alah yang tidak terkira dan menyadarkan aku akan sebuah ayat ”Nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan” membawa pada kesadaran diri, untuk apa aku mencari kebahagian jauh jauh,  sementara di sini, aku bisa mereguk bahagia bersama keluarga dengan  orang yang terkasih.